Aku berjalan perlahan memasuki gerbang rumah. Aku membuka sepatuku dan segera meletakkannya di rak. Aku segera membuka mantelku, menggantungnya di dekat pintu dan segera berlari menuju kamarku.
"EunMi Ah ? kau sudah pulang ?”ujar seorang wanita paruh baya yang keluar dari dapur
"Eomma ? maaf aku kira tidak ada orang dirumah. Iya aku sudah pulang”
"Ah tidak apa, bagaimana sekolahmu ? apa hasil tes mu sudah keluar ?”
"Ne, ini hasilnya”
"Bagus, terus pertahankan nilaimu ya”ujar ibuku sambil tersenyum dan kembali ke dapur, Aku melihat Eomma ku meremas kertas ulanganku dan membuangnya ditempat sampah. Aku mematung dan segera kembali kekamarku
Ku lemparkan tasku ke kasur, beranjak kekamar mandi dan langsung mengganti bajuku. Aku membaringkan diriku sebentar dikasur dan mulai memandangi langit langit kamarku. Oh ya hampir lupa, Hai! Namaku Kim EunMi, aku salah satu murid SMA Seoul Internasional School. Ibuku seorang arsitek dan Ayahku bekerja di sebuah perusahaan perminyakan sebagai asisten manajer. Aku punya satu adik laki laki namanya Kim EunHo. Sudah dari kecil aku dilatih untuk jadi anak yang jenius, ibuku selalu memaksakanku untuk terus serius belajar, Ibu juga yang selalu menekankanku untuk masuk ke Fakultas Kedokteran disalah satu universitas ternama di Seoul. Sampai sampai Ibu lupa kalau aku juga masih ingin merasakan hiburan dan kesenangan dimasa remaja.
Aku berjalan menuju meja belajarku dan langsung membuka laptop ku. Hanya ini kesenanganku. Cuma dengan dunia maya aku bisa bergaul dengan bebas tanpa ketahuan siapapun, terutama ibuku sendiri. Tok tok~, ketika mendengar suara ketukan pintu aku segera menutup laptop ku dan membuka pintu kamarku
"Eunho ?”tanyaku ketika melihat adikku yang sudah babak belur dihadapanku “kau ke..”
"Noona”ujarnya lemah, aku segera membantunya masuk kedalam kamarku
“Eunho apa yang sudah kau lakukan sampai seperti ini ? Aish~ kau sudah gila”
"Jangan bilang siapa siapa”
"Bodoh, sebentar aku ambilkan obat dulu”ujarku dan segera mengambil kotak P3K “Kau berkelahi lagi ? bukankah aku sudah pernah bilang jangan berkelahi”
"Aku … au sakit pelan pelan Noona”
"iya iya, makanya lain kali jangan berkelahi lagi”
Aku berjalan perlahan menuju lemari baju dan mengambil sebuah kotak make up dibawah tumpukan selimut. Aku berjalan perlahan menuju kasurku dan segera menutup warna biru lembab yang ada diwajah EunHo dengan bedak. Aku tersenyum kecil melihat wajah putih EunHo sudah kembali tanpa ada bercak biru kehitaman lagi. Aku memang sangat suka dengan sylish maupun penataan rambut. Sebenarnya sudah lama aku ingin sekolah sebagai designer ataupun piƱata rias, tapi Ibuku tidak pernah mengizinkan
“Sudah sana keluar”ujarku sambil menyembunyikan kotak make upku ditempatnya
semula “EunHo jangan lupa besok pagi sebelum sekolah”
"Iya noona, gomawo”ujar EunHo dan segera keluar dari kamarku.
Aku menggangguk dan kembali mengunci kamarku, aku segera membuka laptopku lagi dan memperhatikan layer yang masih menyala dihadapanku. Dia online, teriakku dalam hati dan langsung mengirim pesan untuknya
Genius Boy : Annyong EunMi ah
Genius Girl : Annyong oppa, mianhae aku
jawabnya lama
Genius Boy : Gwenchana aku tahu kok,
kau kan termasuk slow typer
Genius Girl : Ha ? jahatnya … Oppa sedang
apa tumben online ?
Genius Boy : Aku hanya ingin tahu
kabarmu, bagaimana ? apa yang terjadi hari ini
Genius Girl : Ibu membuang kertas
ulangan matematikaku
Genius Boy : Wae ?
Genius Girl : Karna nilaiku hanya
93
SomeOne Pov
Aku menyipitkan kedua mataku dan menggelengkan kepalaku sebentar, kenapa anak ini ? kasihan sekali dia. Aku menggangguk pelan dan kembali memainkan jemariku diatas keyboard. Belum sempat menekan enter tiba tiba sudah ada balasan dari anak itu
Genius Girl : Maaf oppa, ibuku datang
Genius Girl Offline
Aku tersenyum kecil dan langsung mematikan laptopku. Aku segera membaringkan diriku ditempat tidur dan menatap langit langit kamarku. 93 ? kertasnya dibuang ? huah, tenyata ibunya memang hanya ingin nilai sempurna. Brak~ aku langsung beranjak berdiri ketika seseorang sudah membuka pintu kamar. SungMin hyung sudah pulang ?, ku beranjak keluar kamar dan melihat Eunhyuk hyung yang sudah berbaring disofa bersama DongHae hyung dan Yesung hyung.
“Ah kalian sudah pulang hyung ? mau ku buatkan minum ?”tanyaku pada ke tiga hyungku yang terlihat sangat lelah
"Gwenchana, apa kau sudah baik baik saja ?”
"ne, aku sudah sehat. Maaf aku tidak ikut kalian tadi”
"Gwenchana yang penting kau sehat, tidak usah membuatkan minum aku juga sudah mau pulang”ujar DongHae hyung dan segera keluar dari rumah kami.
“Kyuhyun ah”teriak Eunhyuk hyung membuatku mendekat kearahnya dan duduk disebelahnya “Apa benar kau sudah baik baik saja ?”
“Ne aku baik baik saja hyung, gwenchana”
“sebenarnya besok kita masih ada tugas lagi”
“benarkah ? aku sudah siap kok, bagus lah kalau begitu. Sekarang pergilah istirahat, supaya besok kau kuat oke !”
“ne, hyung juga. Aku permisi dulu”ujarku dan segera kembali ke tempat tidurku
Aku membuka ponselku dan segera mengetik pesan singkat untuk EunMi. Tiba tiba aku teringat untuk tidak mengirim pesan padanya karna ponselnya pasti sudah dimatikan. Aku mengurungkan niatku dan kembali berbaring ditempat tidurku. EunMi, aku ingin sekali bertemu dengannya. Aku sudah mengenalnya selama 3 tahun terakhir ini. Dulu aku mengenalnya karna usernamenya sama seperti temanku, awalnya sama sekali tidak bisa berkomunikasi dengan baik karna spertinya dia baru pertama kalinya memakai layanan chat itu.
Tapi lama kelamaan, kami justru makin akrab dan dapat bercerita satu sama lain. Setelah kehilangan sesuatu yang berharga, aku bersyukur bertemu seseorang yang bisa mengerti aku sampai sekarang. Tapi yang membuatku merasa sangat bersalah adaah, aku tidak bias memberitahukan siapa diriku, apa pekerjaanku, dan apa yang ku lakukan. Aku benar benar menipunya selama 3 tahun ini. Aku sangat merasa bersalah jika mengingat semua kejujuran yang dia ceritakan padaku, masalah keluarga, keseharian, teman temannya. Sementara aku, sampai sekarang aku tidak pernah menyebutkan siapa nama asliku.
flashback
Genius Boy : Siapa namamu ? aku tidak mungkin memanggilmu genius
Genius Girl : Aku inginnya dipanggil genius, tapi kau boleh memanggiku EunMi
Genius Boy : Oh, EunMi ah, tidak apakan kalau aku panggil begitu ?
Genius Girl : gwenchana, lalu siapa namamu oppa ?
Genius Boy : Cho...kau tak perlu tahu, kau cukup memanggilku oppa
Genius Girl : ini tak adil, Gwenchana, terserah oppa saja. Aku marah
Genius Boy : Ani… namaku MinJung, Cho MinJung
Cho MinJung, nama siapa itu ? aduh aku kurang pintar dalam mengarang nama. Aku beranjak duduk ditempa tidur ku dan berpikir kembali bagaimana harus mengakhiri kebohongan ini. Tapi aku yakin sekali kalau aku berbicara yang sebenarnya, semua akan tamat. EunMi pasti sangat marah padaku, dia mungkin akan tidak pernah percaya padaku. Hah~ kenapa jadi kepikiran begini, jangan jangan aku mulai menyukainya ?
“Aish tidak mungkin kami kan belum pernah bertemu !”gerutuku pelan sambil menjambak jambak rambutku “ya itu sangat tidak mungkin”
“Apa yang tidak mungkin ?”ujar Leeteuk hyung dari balik pintu
“Ah hyung ? hyung ada disini ?”
“Bagaimana keadaanmu ? sudah baik baik saja kan ?”
“Hyung mengharapkanku terus sakit ?”
“Ani...sudahlah cepat tidur, besok kita ada pekerjaan lagi”
“Ne ? sebenarnya kemana hyung ?”
“itu rahasia, tidur saja dulu oke ! pakai selimutmu jangan sampai sakit lagi”
“Arasso, gomawo hyung”ujarku dan menarik selimutku pelan “Hyung...”
“Besok kita ke SIS, siapkan dirimu”ujarnya pelan
“Arasso, apa semua ikut ?”
“Iya, Heechul saja yang belum tahu,tapi aku yakin dia pasti kuat hanya moodnya saja yang agak jelek”Jelasnya membuatku menggangguk
“Ya sudah, selamat tidur”ujar Leeteuk hyung sambil mematikan lampu dan segera keluar dari kamarku. Aku pun menggeleng pelan dan langsung menutup kedua mataku

Tidak ada komentar:
Posting Komentar