sudah lama tidak bercerita di buku elektronik ini hahaha, hari ini gue mengangkat cerita dari tradisi suit. Kalo kata orang batu gunting dan kertas ini dipake sama oraang jepang untuk suit. Kalo di indonesiakan kelingking, telunjuk dan jempol. hahaha.
Nah sekarang gue mau buat sebuah cerita atau perumpamaan dari si batu gunting dan kertas ini , gue harap bagi yang sdar itu dirinya jangan marah ya, ini hanya cerita tidak bermaksud untuk menyinggung siapapun karnaa ini asli pemikiran yang ada diotak gue saja.
Dahulu kala ada sebuah kertas , kertas inni tidak terbang dan hinggap dimanapun. Kertas ini hanyalah benda yang ringan dan melayang jika terbawa angin. Suatu ketika ada angin yang menerbangkannya. Si kertas ini pun melayang terus sampai Ia hinggap di sebuah rantinng pepohonan. Sikertas merasa kesakitan, sampai akhirnya si gunting datang dan memotong ranting itu
sikertas pun terbebas dan berteman dengan si gunting, Sigunting sangat memperhatikan si kertas. Si kertas pun merasa si gunting sangat baaik dan bisa melindunginya. Tetapi suatu ketika, si gunting tetap lah menjadi dirinya. Dirinya yang selalu mengunting, hingga suatu ketika si kerta ini yang menjadi sasarannya.
Sikertas yang merasa terus disakiti guntung akhirnya pergi melarikan diri. Dia keluar dari permukiman gunting dan membiarkan angin membawanya pergi dari situ. Setelah melayang layang dalam waktu singkat, akhirnya si kertas pun terjatuh di sebuah lapangan kosong. Disana ada Si batu, batu ini diam dan tidak berlaku apapun. Tetapi si kertas merasa aman disebelah batu, karna perlahan luka yang ditimbulkan gunting menghilang.
Setelah lukanya pulih. Si kertas selalu memberikan perhatian kepada si batu. Di saat hujan si kertas berusa melindungi sibatu dengan menutupnya agar si batu tidak bsaha, kertas juga selalu membersihkan debu yang tersangkut pada batu itu. Tapi batu tidak memberikan respon apapun, batu hanya berdiam diri. Sampai suatu ketika Sikertas memutuskan untuk pergi dari si batu.
Si kertas berhenti di sebuah tanah kosong. Bentuknya kini sudah kusan dan tidak serapi dulu, banyak robekan kecil ditubuhnya. angin bertiup lagi membuat kertas melayang. dan saat itu dia melihat si gunting. Ia berlari menjauh tapi tidak bisa karna angin selalu mengarahkannya pada si gunting.
huaduhhhhh, cemana ya kisah selanjutnya ? wah ga tau dah ah saya. pusing yang ejalas karna batu gunting dan kertas ini hidup saya sangat berat dan pusing. semoga ini ga berlanjut lama. Karna si kertas masih punya teman yang lainnya hahahahaa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar