Disclaimer: I don't own all Suju's member . I don't make money from thiz.. Please don't sue me..its just for fun ^^
*Part 1 *
Hidup harapan dan perjuangan adalah motto terbaik yang bisa di harapkan dimasa masa seperti ini,kehidupan kosong yang tidak berpeluang hanya akan menambah beban kehidupan semua orang dikota besar ini.By the way namaku Kim Han Yoon,aku bekerja sambil kuliah di kota yang amat sangat ramai sekali. Memang sudah menjadi ritualku untuk selalu berlari pagi dihari minggu ,satu satunya hari yang kosong untuk seorang sibuk di kota besar ini.
setiap hari senin hingga sabtu aku menghabiskan waktu ku hanya untuk kuliah dan bekerja . hidup ku dipenuhi tanggung jawab untuk selalu menghidupi keluarga ku . Ayah ku meninggal sejak aku berumur 10 tahun,ibu ku membuka usaha kecil kecilan dengan membuka kafe di dekat rumah.Well aku memiliki 2 adik yang masih kecil dan lucu Kim Lee Joon dan Kim Jang Hyori,mereka tidak pernah akur satu sama lain tetapi mereka selalu berbagi jika ada kesulitan satu sama lainnya. keluarga ku memang sedikit aneh.
Pagi Ini kuhirup udara yang menyentakkan hati untuk memulai aktivitas ku.kuliah dan bekerja,ku jalankan hari hari ku dengan hati yang berat dan tidak terasa nyaman,kehidupanku dimulai.Ku hentakkan kaki ku ke lantai kayu untuk membangunkan kedua adikku yang tidur di lantai bawah . Dengan berat aku berjalan menuju kamar mandi,berpakaian rapih dan siap untuk berangkat.
Sebelum bekerja aku harus mengantar kedua adikku ke sekolah mereka , Well hidupku amat sangat berat dan sangat melelahkan.Ku perhatikan saat kedua adikku sedang berkelahi memperebutkan selai kacang,Jang Hyori menarik baju Lee Joon dan Lee Joon menarik rambut kuncir kuda Jang Hyori,pemandangan ini selalu terjadi disetiap pagi yang sibuk seperti ini,
”STOP Hyori ! sampai kapan kau akan menarik baju kakakmu?hingga robek?apa kau mau membelikannya yang baru?”tukas ku dengan nada naik satu oktaf lebih tinggi.
“dia yang mulai aku takkan pernah melepaskan bajunya jika dia tidak melepaskan selai kacang itu”jawabnya dengan suara parau.
“Ini bukan mainan baru adik adik ku”seru ku dan langsung mengambil biang dari perkelahian mereka hari ini .”Selai kacang,Mmmm manis sekali.tidak adakah yang lebih baik untuk dijadikan bahan rebutan?”Tanya ku sinis dan berjalan menuju meja mengambil kunci mobil,melihat kedua adikku yang pasti akan memulai perkelahiannya lagi
aku berjalan cepat menghabiskan susu ku dan menghentakkan kaki dengan keras. “KAMI SUDAH SIAP KAK.”teriak mereka serentak dan menyusulku yang sudah duduk di bangku pengemudi.
Suasana sangat kurang menyenangkan dipagi hari karna aku harus selalu mengurus kedua adikku yang manis nan lucu nan bandel ini mungkin suatu saat aku akan mengurus mereka bersama dengan ibu,itu impianku tapi ibu tidak mungkin sempat mengurus mereka karna apapun yang terjadi ibu harus selalu berangkat pagi untuk membuka kafe yang” mungkin” akan dipenuhi para remaja yang baru keluar dari rumah mereka untuk sarapan.
”Noona,apa kau akan membawa kami jalan jalan hari ini?”tukas Lee Joon yang membuat lamunan ku hilang.
“tidak mungkin,aku akan membawa kalian kesekolah itu sudah pasti”jawab ku cepat.
“tapi kami tidak sekolah disini kak.bukankah ini sekolah mu?”
“Apa??”
“sepertinya kita akan libur sekolah Hyori apa kau senang?ku dengar hari ini kakak jadwal kuliahnya siang,pasti kita akan dibawa ke Maid Doors Jang Hyori.”
“tidak ada libur dan tidak ada Maid Doors . tetap sekolah dan tetap belajar”
“hei jangan bercanda , kau tidak tahukan ini jam berapa?ini sudah jam 06.45 tidak mungkin kita kembali dalam kurun waktu 15 menit kak”
“bagus sekali,sudah berani melawan ya ! aku akan membawamu pulang.”
“hah??tidak mau sebaiknya kau harus membawa kami ke Maid Doors,membiarkan kami meminum secangkir teh dengan hidangan choco banana yang hangat dan lezat”.
“kak itu tidak adil kalau karna kesalahanmu kami harus merasakan hal seharusnya tidak kami dapatkan,diam dirumah dan berkelahi.tidakkah kau berpikir untuk meminta maaf dengan membawa kami berjalan jalan ??”pinta Hyori dengan wajah yang sangat memohon.
“tidak Hyori .”
“please please ! please kak”seru mereka bersamaan.aku menarik nafas dalam dalam,terasa menyakitkan melihat kedua adikku yang tidak pernah akur mengadakan genjatan senjata hanya untuk menghancurkan pendirianku.
“Well,hanya hari ini dan tidak akan lagi , mengerti?”tukasku tajam dan menyerah.
“Ye mengerti”.mereka terlihat senang.hati ku juga merasakan hal yang sama senang akhirnya mereka akur tetapi tetap saja aku tidak bisa tersenyum.berat rasanya untuk merenggangkan rahang hanya untuk menunjukan rasa senang dan tersenyum.
“welcome to Maid Doors”kata Park Min Rin dengan penuh senyum yang merekah di wajahnya .well dia temanku,aku mengenalnya sejak semasa sekolah dulu dan sampai sekarang kami selalu bersama meskipun beda kampus. sebenarnya aku ingin seperti dia,badannya yang mungil memberikan kesan yang licah dan bersemangat,dengan senyuman ia selalu membawa suasana senang di kafe mungil ini.By the way Maid Doors adalah kafe yang unik dengan berbagai theme kostum dan juga pelayannya hanya wanita . Kafe ini adalah rumah kedua ku . mungkin jika aku merasa terpuruk karna sesuatu aku selalu disini untuk menyendiri.
“Hello Han Yoon ?? apa kau tidak mau masuk??”sentak Min Rin membuatku terkejut.
“well,dari tadi pagi ia selalu begitu kak.sampai sampai kami pun libur sekolah”balas Lee Joon langsung menuju meja dan sudah siap memesan makanan dan minuman
“oh.kau pasti akan lebih terkejut kalau mendengar tema kostum kita,sebaiknya kau masuk dan aku akan melayani para kurcaci itu.”.Min Rin berjalan menuju tempat duduk adik adikku dengan lincah nya dia.
Aku mengeluarkan surat yang berisikan tema kostum hari ini dari locker ku. Wow?? White black ?? cool aku menyukainya sangat menyukainya.aku mulai membuka locker baju ku , ku kenakan rok hitam selutut,dan kemeja putih dengan mengenakan rompi hitam.ku ikatkan bandana hitam pada rambut ikal coklat ku,serta tak lupa untuk memakai kaos kaki berkerut warna hitam putih sesuai tema ,ku kenakan flatshoes hitam dan mengambil daftar pesanan,menaruhnya di kantong yang terdapat pada ikat pinggangku.Aku siap bekerja.
***
Kling~~ bunyi lonceng yang menandakan ada tamu. “Ah bisakah kau mulai melayaninya?aku lumayan sibuk dengan pesanan kurcaci kecilmu.”pinta Min Rin dengan senyuman yang termanis.aku menghembuskan nafas dalam dalam dan mengangguk sekali.
“Welcome to the Maid Doors,ada yang bisa saya bantu?”ku lancarkan kata kata pertamaku untuk hari ini tanpa melihat sang pemesan.
“Saya mau memesan sesuatu”kata orang itu dengan mengetuk ngetukkan jemarinya.
“ya?anda mau pesan apa?”
“senyumanmu”
“Mwo ?”aku tersentak dan mulai memperhatikan pemesan yang well memesan sesuatu yang aneh .
“hei,Han Yoon lupakah kau padaku?”tukasnya dan mulai membuka topi yang menutupi wajahnya.”sejak kapan kau melayani tamu dengan muka cemberut seperti itu?kau bisa dipecat Han Yoon?”
well aku memang benar benar lupa pada orang ini,aku sama sekali tidak mengingatnya.Oh Tuhan siapa dia apa dia pernah dekat dengan ku ? siapa dia? Kelihatannya dia dulu sangat dekat denganku ? aku melontarkan pertanyaan pertanyaan bodoh itu pada diriku sendiri.aku terdiam dan terus mengingat dan berpikir.
”Han Yoon kau baik baik saja?siapa dia”sentak Min Rin membuatku kaget.aku menggelengkan kepala ku memberi tanda bahwa aku tidak tahu,mungkin lupa tepatnya.
“kau benar benar melupakan ku babo??”jawabnya memelas.
babo? Itu panggilanku semasa kecil dulu.kepala ku berputar cepat dan mengingat masa lalu yang sangat indah bersama teman masa kecil ku,seorang laki laki yang bertubuh kecil dengan segala tingkah anehnya yang sedemikian rupanya.teman ku satu satunya , temanku berbagi kesenangan,kesedihan,dan juga temanku berbagi kasih sayang.tetapi berbeda dengan ituh dihadapanku terdapat pria gagah nan tampan,kulit putih dengan tubuh tegap dan memancarkan senyum dengan kedua lesung pipit yang menggemaskan.KiBum.aku ingat lesung pipit itu,yang menggemaskan hanya milik KiBum.aku tersentak mundur.”ada apa?”Tanya Min Rin panik membuyarkan lamunanku.
“KiBum??”tanyaku gugup menjatuhkan daftar pesanan.
“KiBum?? KiBum siapa?? Katakan yang jelas Han Yoon”
“kau KiBum kan ??”
“Ya.aku pulang Han Yoon.apa kabar?”jawab KiBum sambil tersenyum ramah.
“oh ya aku baik baik saja , kau bisa pergi sekarang Min Rin,aku akan baik baik saja tak usah khawatirkan aku.”ujar Han Yoon singkat
“baik.kalau butuh sesuatu panggil aku.”Min Rin memberikan daftar pesanan yang terjatuh pada ku, kemudian tersenyum ramah pada KiBum dan berbalik menuju tamu yang lain.
“well kau mau pesan apa”suara ku terdengar sangat datar tampak acuh.
“aku sudah memesan tadi”katanya mengingatkan.
“apa?kau belum memesan.belum tertulis disini.”
“well aku meminta senyumanmu.”
“bisakah kau serius untuk kali ini? Aku sedang kerja”tukasku tajam dan galak.
“Ice Lemon tea ”
“ada lagi?” aku menunggu lumayan lama sampai ia menggelengkan kepalanya.
“tunggu sebentar ya” seruku dan langsung berbalik menuju dapur menghantar kan pesanan yang lainnya juga.
Banyak sekali yang ingin ku ceritakan padanya .tapi tidak untuk sekarang,tidak untuk dimasa sulit seperti ini.hidupku kelam semenjak dia beranjak pindah meninggalkan nusantara.sepi,tidak punya teman,sampai akhirnya dia kembali sekarang,aku berharap ada secercah kehidupan yang indah dibalik kedatangannya itu.
”hei antar pesanan itu ke teman mu Han Yoon”ujar Min Rin membuyarkan lamunanku
“siapa?”
“KiBum..KiBum kan namanya?Dia itu salah satu member Super Junior kan?”
“bisa kau saja yang menghantarkannya?aku lebih senang mengurus kedua kurcaci ku yang lucu lucu”
“Well kalau itu mau mu? Lebih baik Idola daripada kurcaci..jangan berharap untuk tukaran tugas lagi”tukas Min Rin cepat dan meninggalkan ku.
kuputar cepat bola mataku melihat nampan yang berisikan 2 milkshake coklat dengan roti bakar selai coklat dan nanas beserta choco banana hangat yang membuat perut ku sedikit mual. Oh Tuhan jin apa yang tengah merasuki kedua adikku,mereka seperti anak hilang yang tidak diberi makan untuk kurun waktu seminggu ini.
Aku menarik nafas dalam dalam,ku hembuskan keras keras mengambil nampan yang berisikan cemilan kedua adikku,aku tersentak kaget melihat kedua adikku dimejanya,bukan kedua lagi kurasa,karna KiBum sudah berada disana ,akrab mungkin sangat akrab lebih tepat dikatakan seperti itu.Ku langkahkan kaki ku meski berat ini tuntutan pekerjaanku.
“tersenyumlah Han Yoon dia sungguh lucu”kata Min Rin sambil tersenyum dan menyambar nampan dari tangan ku.”jangan lupa bernafas sayang”tawanya mulai meledak disampingku.wow aku memang lupa untuk bernafas kenapa mereka begitu akrab kenapa hanya aku yang merasakan beban yang aku juga tidak mengerti beban apa itu.aku berlari menuju locker menganti pakaian dan menghampiri kedua adikku dimeja mereka.
“ayo pulang”tuntutku menarik tangan Hyori,”Lee Joon , Hyori ayo pulang”
“tidak kami masih mau disini,dia bilang kami akan ditraktir bermain setelah ini”
“siapa pun engkau walau ku tau kau teman ku sejak kecil .walaupun kau sudah menjadi bintang besar,kau tidak berhak membuat adik adik ku menjadi anak pemalas yang taunya hanya bermain saja .Ayo pulang atau aku akan meninggalkanmu”
KiBum hanya terdiam saja dan dia membisikan sesuatu pada Hyori sehingga mereka menurut padaku untuk pulang.well semua sudah berakhir hari ini aku akan membawa mereka pulang sekarang. Kuharap masalah ku kali ini selesai.Masalah?sebenarnya tidak ada masalah dengan hari ini,KiBum pulang. bagian diriku sudah pulang dan akan bersama ku sekarang,apa itu masalah?dia akrab dengan adikku apa itu masalah?atau justru aku yang bermasalah.dengan konsentrasi penuh kujalankan mobil menuju rumah,berharap aku bisa tenang untuk sementara
”apa kau akan diam terus?kami bosan kak”raung Lee Joon mengeluh.
“well apa yang mau kalian lakukan ? aku harus kuliah dan kembali ke Maid Doors nanti”
“kami ingin bermain dengan kakak yang tadi aku pernah melihatnya di TV tapi aku lupa siapa dia . bisakah kau mengantar ku kembali?”
“tidak sekarang ”
“kenapa? Apa itu musuh mu? Atau mantan pacar mu?”
“tidak ada musuh ataupun mantan pacar dia hanyalah seorang bintang itu saja.sudahlah aku bilang tidak sekarang,mungkin besok aku akan membawa mu jalan jalan ”
“kau bohong kau selalu sibuk”
“untuk siapa aku sibuk?”
“tapi untuk apa kami berdiam dirumah dan memulai perkelahian yang kata mu itu tidak perlu?”
“kalian terlalu.hari ini dikamar dan menagislah sepuasnya”bentakku dan memakirkan mobil tepat di depan rumah.ku alihkan pandangan ku ke kafe kecil disebelah rumahku,seperti biasa sepi sekali.
“kau gila kak.kau sakit”bentak Lee Joon membanting pintu mobil dan berlari masuk rumah diikuti Hyori.
Ya aku gila,aku benar benar sakit.dengan kaki beratku aku melangkah masuk well suara ini,aku mendengar suara nenek ku didalam.Hancur hari ku,Nenek ku paling tidak menyukai Hyori karna well Hyori adalah anak angkat ibu ku jadi ya dia kurang menyukainya.
”halo Han Yoon”sapa nya.
“helo but sorry nek aku harus melakukan tugas ku untuk kuliah aku permisi dulu”aku naik ke atas mengambil tasku.Saat aku turun kudengar tangisan Hyori dikamar.Ku buka pintu perlahan dan melihat adikku yang malang sedang menangis tersedu di balik kain jendela.Ku tutup pintu kamarnya,ku ulurkan tanganku memegang bahunya,ini memang berat baginya selama kurang lebih 12 tahun dia selalu mendapat perlakuan yang tidak adil dari Nenek ku.Tepatnya dari keluarga ayahku.Hyori menutupi kemejaku dengan kain jendela sehingga dia tidak merusak kemejaku dengan air matanya.
“Onnie,aku salah apa? Apa memang aku harus dibenci?aku mau hidup enak?”katanya lirih
“sudah sayang jangan menangis lagi.”ku usap kepalanya agar ia menjadi tenang
“aku berharap ini takkan lama, ternyata tidak.”
“ini tidak akan lama sayang sudah lah.”aku ingin memasang senyuman diwajahku untuk memberikan semangat pada Hyori . Tapi percuma aku tetap tidak bisa tersenyum untuknya.
“bisakah aku berangkat sekarang?”
“pergilah nanti kau terlambat.jangan melamun kak”
“aku akan berusaha pulang lebih cepat untukmu sayang”janjiku.Hyori menganggukkan kepalanya.
Dengan cepat aku keluar dari kamarnya,ku lihat diruang keluarga sudah sepi.Sepertinya Nenek ku sudah pulang . “aku pergi Mom !”teriakku pada ibu yang ada di dapur.
“usahakan pulanglah lebih cepat,ada yang ingin dibicarakan di keluarga ini.”
“iya”jawab ku cepat dan langsung naik kemobil menuju kampusku.
Aku memarkirkan mobilku didepan mobil merah Kwon Mi Na,mungkin bisa dibilang Temanku.aku mengambil buku buku ku dari tas dan segera berlari menuju kelas.dengan terburu buru aku berlari menuju kelasku,mungkin sudah terlambat pikirku.
”hei Han Yoon”sapa Mi Na,yang sedang berjalan sedikit berlari menuju ke tempat ku berdiri.aku menunggunya sebentar melontarkan senyum basa basi.
“bagaimana harimu ?”
“biasa saja tak ada yang special.well itu menurutku”
“owh,tetapi tahukah kau?aku baru jadian kemarin”
“oh”jawab ku singkat tak acuh
“oh?hanya itu? Kau tidak mau tahu dengan siapa?”
“Hyun Jae?ya kan?”
“bagaimana kau tahu?”
“dari sahabat mu Mi Na.ayo cepat kita bisa terlambat.”jawab ku cepat dan mulai berlari menuju ke kelas.dikuti Mi Na dibelakangku.
***
Well ini sudah mulai sore perutku sudah mulai berteriak teringat belum ada makanan apapun yang masuk ke perut ku semenjak tadi siang.Aku melesat cepat menuju kantin dan Well sudah ada mereka disana,Teman atau entah lah bisa disebut apa.Dimeja paling ujung sudah terlihat dan terdengar suara yang keras dari Mi Na,Kim Aya,Hyun Jae,Sang Eun,Sung Ah,dan ada juga beberapa lelaki pasangan mereka.Dengan langkah berat aku menuju kantin menaruh tasku dimeja itu dan memesan makanan lalu duduk kembali bersama yang lain.
“hei Han Yoon”sapa Kim Aya ramah.aku hanya menjawabnya dengan senyuman basa basi ku saja yang merupakan hasil eksperimen ku beberapa minggu ini.
“sudah dengar kabar?”
“apa?”
“katanya ada anak baru namanya Park Lee Hyun sudah tau?”sahut Hyun Jae terlihat bersemangat,aku cepat cepat menghabiskan makananku dan langsung pergi menghindari sesuatu yang amat memuakan selama 6 bulan terakhir ini.aku muak.Ku selesaikan makanan ku dan langsung beranjak dari tempat duduk ku.
“hei Han Yoon mau kemana?”Tanya Hyun Jae,yah ku baca ekspresinya kurasa dia hanya sok peduli pada ku.
Aku mau mencari Siwon,dia seniorku tapi dia kini sudah menjadi sahabatku setelah KiBum yah setelah KiBum,walau ku tau mereka sama sama member Suju. Aku menggelengkan kepala lalu langsung meninggalkan tempat itu.Sesuai dugaanku setelah aku pergi mereka pasti akan merencanakan sesuatu.atau lebih tepatnya membuka pembicaraan yang sebenarnya mereka ingin bicarakan tanpa ada aku.aku selalu menjadi masalah bagi perkumpulan itu.kehidupan ku memang kehidupan yang memang sepi.benar benar sepi.
Aku mulai mencari seniorku sedikit belari kecil mempercepat langkah ku,karna teringat janjiku pada Ibu dirumah.Sampai akhirnya UKS yah ruang FULL AC dan si pemalas itu pasti ada disini.
Siwon adalah senior terbaikku yang bisa diajak bercanda mesti aku jarang tersenyum dan melepaskan semua beban ku tentu saja,wajahnya amat tampan,dia sangat terkenal dikampus ku selain karna Super Junior dia juga terkenal karna keahliannya berolahraga,dan karna kekayaan kedua orang tuanya .Banyak wanita yang mengantri untuk menjadi pacarnya,well tapi dia sudah punya pacar namanya Shin Sung Hae.
Well ku buka pintu UKS dan terdengar suara Siwon yang bagaikan beledu merdunya.tetapi diselingi dengan suara yang kukenal.dengan cepat aku melangkah ke ruangan dan benar itu suara KiBum.KiBum dan Siwon apa yang mereka lakukan ? apa mereka mau manggung disini?well ku harap dia tidak membicarakan ku ataupun mengusik sesuatu tentang aku.
“Hai Han Yoon sampai kapan kau mau berdiri disitu?Kenalkan ini KiBum dia juga member Super Junior tapi dia baru pulang dari luar negeri,pasti kau tak mengenalnya”seru Siwon penuh semangat dan itu membuatku kaget.
“aku sudah mengenalnya,dia kan seorang idola sama sepertimu.”
“dan kau tidak mau menjabat tangan seorang idola ini sebagai tanda perkenalan? Apa kau akan terus diam disitu bagai patung es?kemarilah tak perlu sungkan.”
“aku hanya ingin membicarakan sesuatu denganmu,tapi tidak sekarang.aku pulang saja ”tukasku tajam dan menunjukkan sikap yang kecewa karna ada KiBum disana.
“Oh ya ?Biar aku akan mengantarmu”
“tidak perlu aku bawa mobil.untuk sementara jangan telepon aku .sampaikan salam ku pada Sung Hae dan SungMin oppa .”aku membalikkan badan dan keluar dari kampus menuju lapangan parkir.
Tak perduli apa yang akan dipikirkan KiBum tetapi aku merasa sungkan bila ada dia disitu,seperti gelisah tepatnya.Well aku membuka pintu mobil dan mulai berfikir bagaimana cara menyingkirkan mobil Mi Na yang berada tepat di depan mobil ku.Ku perhatikan mobil itu dan ternyata dia ada didalam sedang mengerumpi dengan Kim Aya dan Hyun Jae.
well mereka bertiga memang selalu bersama setiap saat.aku mulai menyalakan mesin mobilku,akhirnya aku mengklakson mobil Mi Na yang ada di depanku.Tapi,aku diacuhkan well akhirnya ku bunyikan mesin mobilku bagaikan raungan yang menyedihkan dan mengklakson lebih kecang lagi.Syukurlah akhirnya Mi Na berbaik hati untuk memundurkan mobilnya untuk membiarkan aku lewat.
***
Aku memarkirkan mobil didepan rumah memastikan semua beres lalu langsung masuk kekamar untuk memiliki sedikit privasi.Aku mandi,mengganti baju dan menggunakan piama.Ibu memanggil ku untuk makan malam.aku langsung turun dan tak lupa juga aku harus menjemput adik adikku yang sedang berkelahi pastinya di kamar mereka.
Semua menikmati makan malam dengan hati yang menyenangan. Aku melihat ibuku yang kurang bersemangat malam ini.padahal makan malam lah satu satunya kegiatan yang bisa mengumpulkan kami semua dalam satu meja ini. Selesai memakan makanan penutup aku teringat dengan ‘sesuatu’ yang ibu ingin bicarakan.
“well,aku sudah selesai apa yang ingin ibu bicarakan?”Tanya ku.
“bicara?”tanyanya kembali dengan wajah yang gugup
“ya bicara? Tadi sore ibu ingin bicara sesuatukan?”nada bicaraku mengingatkan
“oh well sepertinya ibu ingin membicarakan masalah nenek”.Aku terdiam dan pandangan ku langsung memandang Jang Hyori,dan perfect muka Jang Hyori langsung masam dan dia duduk dengan formal.
”nenek ingin tinggal disini.Bagaimanapun ini rumah anaknya,bagaimana?”
“Tidak…aku tidak mau aku tidak mau”teriak Jang Hyori sambil berteriak dan langsung berlari menuju kamarnya.
“well aku terserah ibu saja bagaimanapun mungkin dengan adanya nenek disini pasti akan terjadi ketidak adilan yang well benar benar terlihat.”aku beranjak menuju kamar Jang Hyori,aku tahu ibu pasti bingung.tapi aku selalu mendukung apapun keputusannya.
Aku membuka pintu kamar Jang Hyori seperti biasa dia terisak dikamarnya dan well seperti biasa pula aku menenangkan nya dan berjanji menemaninya terus selama nenek berada disini.tetapi isak tangisnya makin kencang karna dia takut jika ia pulang sekolah pasti Lee Joon akan meninggalkannya sendiri dan bermain dengan nenek.aku merasakan sesuatu yang sama dengannya,aku pun merasakan ketidak adilan disekolahku dengan teman teman ku.
Setelah Jang Hyori tertidur aku menghampiri ibu yang sedang duduk dimeja makan.aku memeluknya dan mengucapkan selamat malam.aku naik ketempat tidurku dan berdoa agar aku langsung terlelap dan tidak memikirkan semua bebanku malam ini.Hari ini banyak sekali kejadian yang kurang menyenangkan bisa dibilang amat sangat tidak menyenangkan.Pertama aku melamun sehingga Adik adikku tidak sekolah,lalu KiBum muncul tiba tiba,sekolahku seperti biasa membosankan,lalu yang terakhir nenek mau tinggal disini.
Aku bingung dan aku selalu berharap andai Ayah ada bersamaku disini,membantuku dan menemaniku.Tak terasa perutku terasa ditusuk beberapa jarum tajam,Sakit.aku susah aku bingung dan aku kesepian.Aku bangun dari tempat tidurku dan duduk diberanda kamar ku.
Kata Ayah setiap aku merindukan seseorang tataplah bintang dan sampaikan salammu padanya.dan orang itu pasti akan merasakan salam yang kau sampaikan,dan permohonanmu terwujud,percayalah.kata kata itu selalu membuatku tenang dengan hati ingin menangis ku tatap bintang dan menyampaikan salam ku pada Ayah.
”Aku rindu padamu Appa,Rindu sekali”ucapku dengan suaraku yang pelan dan sedikit terisak ,aku mulai menangis dan aku tahu itu akan membuatku tenang.
***
Pagi dunia,hari ini aku libur untuk kuliah dan juga di Maid Doors,Kafe ibu juga tutup . Hari ini jadwalku setelah mengantar adik adikku adalah menjemput nenek.Nenek ku sibuk berceloteh dengan kecepatan tinggi.
well aku hanya mengangguk dan dengan kecepatan penuh ku tancap gas agar sampai dirumah lebih cepat.Ku parkir mobilku seperti biasa,Nenek langsung melesat masuk berharap menemukan sesuatu yang well menyenangkan hatinya.Aku menurunkan barang barang bawaan nenekku,well beginikah dia membawa seluruh perlengkapan yang menurutku itu sungguh sangat tidak perlu.Seperti radio jaman perang.
Selama aku mengeluarkan barang bawaan nenek dari bagasi aku mulai berfikir bagaimana bisa nenek tinggal dengan kami,padahal dia tidak begitu menyukai ibuku dan Jang Hyori.Aku hanya bisa menghembuskan nafasku keras keras.dan mulain membawa barang bawaan nenekku yang amat sangat berat ini.Well apa ini ? disetiap koper ini terisi batu kali yang amat sangat disukainya?mengapa tidak memakai koper yang ada rodanya?kenapa memakai tas gendong?aku melontarkan pertanyaan yang tidak aka nada jawabannya.
Berusaha aku mengangkatnya sekaligus tapi percuma,ku hentakkan kakiku sebal.
”Boleh ku bantu?”kata seseorang yang suaranya amat lembut dan terdengar enteng.Belum sempat aku mengatakan sesuatu dia sudah membawakan barang barang itu masuk.Aku berlari kecil menuju pintu.
”Terima kasih tapi kau tidak harus melakukannya”.dia hanya menggeleng dan mengetuk ngetuk ujung bibirnya sambil tersenyum dan kembali ke rumahnya tepat didepan rumahku.Aku hanya mengangkat bahu dan masuk kedalam rumah.Kata ibu nenek sedang beristirahat dikamarnya,aku langsung kedapur untuk mencari cemilan dan aku membuka kulkas untuk mengambil minum.
“kalau kau mau,kau bisa pergi hari ini”kata ibu membuatku kaget.”hari ini kau libur lebih baik kau sedikit bersenang senang”
“aku tidak pergi jauh aku akan ke Maid Doors sebentar dan melanjutkan tugasku bu,tidak apakan?”kataku mengangkat bahu.dan ibu hanya menggangguk saja.
Aku beranjak meninggalkan rumah dan kembali ke mobil ku dan siap untuk pergi ke Maid Doors,saat aku mau menyalakan mesin kulihat dikaca spion ku lelaki yang gagah dan terlihat santai,serta bisa dibilang sangat tampan yang sudah membantuku tadi.aku membuka kaca ku hendak menyapanya, tetapi kepercayaan diriku tiba tiba luntur aku menutup kaca mobil kembali.
Tetapi kurasa dia tahu aku hendak menyapanya,sehingga aku lihat dikaca spion ku ia tersenyum dan melambaikan tangan.Selagi dijalan aku menyempatkan diri untuk mulai melamun lagi.kali ini aku merasakan sesuatu yang aneh.aku merasakan teman teman ku hanya memanfaatkan ku,mereka tidak peduli apa yang aku lakukan asal mereka tidak rugi.Aku lebih menyukai Min Rin dibanding mereka,memang Min Rin selalu over dan too much dalam bertindak tetapi itu sedikit membuatku merasa lega dan rileks.Ku parkirkan mobilku di sebrang jalan.Aku mulai melangkahkan kaki menuju Maid Doors.
“Welcome to Maid Doors”sambut Min Rin dengan senyuman yang amat ramah.
“Thanks Min Rin”
“Hari ini kau datang sebagai tamukan?”
“tentu,kurasa begitu”aku mengangkat bahu ku
“silahkan masuk,kau menghalangi tamu yang datang sayang”
“well,,sorry”kataku lekas duduk dimeja dan langsung memesan hot moccacino kesukaan ku dan salah satu minuman andalan disini.
“kau ada masalah?”tukas Min Rin sambil menaruh pesanan ku diatas meja.”ini aku traktir”Min Rin menaruh choco banana yang tidak ku pesan,sebenarnya.
“aku hanya mau menghabiskan waktu.itu saja”kataku mengangkat bahu lagi.
“mau ku temani?kau terlihat lelah.apa harimu tidak menyenangkan?”
“aku tidak apa apa.pergilah kembali bekerja”
“panggil aku jika kau mau menceritakannya”.aku mengangguk dan Min Rin berlari kecil untuk menyambut tamu baru.
Aku menghabiskan choco banana yang diberikan Min Rin,lalu ku ambil kaca dari tasku.Aku merasa tua,umurku baru 18 tahun tapi aku sudah terlihat seperti 25 tahun.
“kau ada masalah ?”kata Min Rin dan tanpa kusadari dia sudah berganti pakaian.
“tidak ada”aku mengangkat bahu lagi
“kalau kau banyak pikiran kau bisa saja ubanan pada umur 19 tahun”
“mungkin,ya ya tapi aku tidak apa apa.benar aku sungguh sungguh.”
“well kalau begitu aku pulang saja”
“kuantar ya aku sekalian akan menjemput para kurcaci kecil”
“tidak perlu kok,aku dijemput dan juga kau tidak usah membayar minuman mu itu.sudah ku bayar”
“Thanks”nadaku terdengar datar
“sama sama sayang aku duluannya”tubuh mungil Min Rin berlari kecil menuju pintu dan berlari lagi menuju mobil merah milik Jung Min,her boyfriend.
Selama perjalanan pulang terlihat muka yang masam dan tegang dari muka Jang Hyori.Ketika aku mulai masuk komplek perumahan ku tiba tiba ia menangis.Dia tidak mau pulang dan memaksaku untuk berhenti,akhirnya aku menghentikan mobil sementara untuk menenangkannya.
Lee Joon langsung pindah dari kursi depan menuju tempat Jang Hyori duduk.Dia berjanji akan selalu menemani Jang Hyori kalau nenek mulai in action.Akhirnya Jang Hyori kembali tenang dan aku mulai mejalankan mobil lagi menuju ke rumah.Aku memarkirkan mobil dan membukakan pintu untuk Jang Hyori.
Jang Hyori takut untuk masuk dia hanya berdiam diri didepan pintu,akhirnya aku membukakan pintu untuknya.Sesuai perkiraan nenek sudah didepan pintu dan menggiring Lee Joon masuk seperti menggiring anak domba.Aku menghembuskan nafas dalam dalam dan membawa Jang Hyori masuk.
Tetapi dia tetap diam sambil melihat kedepan melihat kakaknya disambut dengan begitu hangatnya.Aku menunduk padanya dan menyuruhnya masuk.Akhirnya ia berlari menuju kamarnya dan membanting pintu.Aku menghela nafas lagi,dan melihat wajah nenek yang merasa seperti dilawan.
“lihat kelakuan anak itu? Tidak mendidik”
“Lihat kelakuan mu nek ? apa itu mendidik”tukasku tajam dan langsung masuk kamar Jang Hyori dengan perasaan yakin bahwa dia sedang menangis.
“Perilakumu terlalu nek.aku bukan anak kecil lagi aku bosan melihat perilakumu ini nek”Lee Joon melepaskan pelukannya dan berlari menyusulku ke kamar.
“lihat bagaimana kelakuan anak anak mu kau pasti tidak mendidik mereka”bentak nenek pada ibu ku dan langsung masuk kekamar Jang Hyori.”Lee Joon cucuku kau harus makan sayang kemari biar nenek suap”ucap nenek didepan Jang Hyori.Jang Hyori langsung menangis dan lari keluar rumah
“cukup nek,aku harus mengejar dia”kata Lee Joon memberontak dari pelukan nenek.
“kau tak perlu memikirkan dia,lebih baik dia tidak ada disini sehingga pasti akan terasa amat sangat menyenangkan.”
“dia cucumu nek”
“tidak dia bukan cucuku, cucuku hanya kau dan Han Yoon tidak ada yang lain”
“Stop aku bukan cucumu kalau Jang Hyori bukan cucumu”aku berlari meninggalkan kamar dan mencari Jang Hyori.
“aku juga nek”Lee Joon melepaskan pelukan nenek dan menyusulku.
XXX to be continue XXX

Tidak ada komentar:
Posting Komentar