Powered By Blogger

Rabu, 24 Maret 2010

[oneshot] Ini bukan cerita, ini kenyataan

Aku terbangun dari tidurku, kulihat kearah jam yang tergantung didinding kamarku. Sudah jam 4 pagi, aku segera beranjak dari kamar dan bersiap siap untuk menyehatkan badan. Mumpung masih libur lebih baik lari pagi. Aku renggangkan pergelangan lengan dan otot ototnya, setelah itu aku langsung cepat untuk bersiap siap lari pagi.

Di tengah perjalanan, ponselku bergetar. Aku membaca pesan yang baru kuterima dari temanku. Wah undangan, tapi hari ini kan ada latihan paduan suara, aku tidak mungkin meninggalkan latihan kalau begitu. Tapi... kapan lagi main kerumah teman, ya sudahlah aku memutuskan untuk mengikuti undangan yang baru kuterima.

Waktu sudah menunjukan pukul 8, aku segera masuk kekamar mandi dan langsung mandi serta berpakaian dengan rapi, kulangkahkan kakik menuju jemputan yang sudah menunggu didepan rumah. Saat di tengah perjalaan aku melihat ponselku yang bergetar lagi, saat itu aku langsung merasa panik karna takut ditinggal dengan teman teman ku.
Sesampainya di rumah cheonsa, aku segera memanggil namanya hingga cheonsa membukakan pintu. Saat pintu terbuka, dia tersenyum padaku dan mempersilahkanku masuk. Benar dugaan ku, akulah orang pertama yang sampai disana. Dasar yachae bikin aku panik saja, kukira aku akan dtinggal tadi. Setelah mengobrol dengen cheonsa panjang lebar akhirnya, yachae baru datang.
Kami membicarakan macam macam, mulai dari pekerjaan sekolah, masalah teman sampai masalah ulang tahun. Setelah cukup lama menunggu akhirnya kami memutuskan untuk menanyakan keberadaan tagja yang entah dimana. Akhirnya Yachae menelfon tagja, tetapi kami tidak mendapatkan kepastian yang benar. Setelah itu kami memutuskan untuk menelpon Sagwa dan yogsim.

Karna terlalu lama menunggu akhirnya setelah kedatangan tagja kami segera berangkat menuju Sijang, kami turun di tempat tersebut dan memulai petualangan untuk pergi ke rumah teman kami Gon, saat tiba disana hari mulai terik. Tetapi teman kami Yogsim tak kunjung datang juga, setelah di telfon ternyata dia masih dijalan dan perjalanannya masih sangat jauh

Akhirnya kami memutuskan untuk jalan duluan, aku memutuskan untuk ikut dengan tagja dan yachae dengan cheonsa. Selama perjalanan udaa sangat terik dan perjalanan benar benar sangat jauh, dengan penuh gerutuan dan kesabaran tagja mengendarai motor dengan baik. Akhirnya kami sampai di depan rumah Gon, haih sekalinya pergi jauh sekali ya.

"Huah mau mati rasanya ke rumahmu ini"
"Udah dibilangkan jauh"
"Ya udahlah yang penting udah nyampe"
"terus gimana ?"
"Apa ?"
"yogsim ?"
"Aih iya ya, abis dia udah benar jalannya malah puter balik lagi. Heran dah gue, bingung dengan cara berpikirnya dia"

Setelah menunggu dan melepaskan lelah akhirnya Gon pergi untuk menjemput yogsim. Akhirnya setelah mereka datang, suasana sempat tidak bersuara. Bingung mau ngomong apa, sementara aku berfikir bagaimana caranya pulang dan juga berpikir bagaimana caranya ijin pada ketua paduan suara. Berkali kali menghela nafas akhirnya, suasana mulai ramai setelah makan siang. Kami mulai berfoto", ada yang curhat dan lainnya.

Tiba saatnya untuk pulang pikirku, tapi hujan tak kunjung berhenti juga. Aku menghela nafas sebentar dan mulai berfikir lagi, bagaimana kalau orang tua ku mencariku ? apa mereka akan menelfon ketua paduan suaraku ? Disaat yang sama aku bersama cheonsa dan yachae termenung di dekat kolam, akhirnya kami memutuskan untuk berfoto sejenak. Setelah itu tiba tiba Yogsim minta diantar pulang karna dia ada tujuan lain. Setelha menunggu tapi hujan tak kunjung reda, akhirnya dengan sedikit memaksa Gon dan tagja, aku beranjak dari rumah gon untuk pulang. Meskipun menembus hujan yang cukup deras itu.

Aku sangat berterima kasih pada Gon dan sudah mengantar sampai ke jalan besar dan untuk Tagja yang udah nganterin sampe rumah. Aku berharap mereka berdua tidak kenapa kenapa, Maaf ya teman aku sudah membuat kalian hujan hujanan, aku sudah memaksa kalian hujan hujanan. Maaf banget banget, aku benar benar sudah merepotkan kalian. Aku berlari perlahan masuk kerumah. dan ...... mugkin sampai sini saja teman
kuharap kalian tidak menyesal mendengarkan petualanganku ini

hei ! ini murni rekayasa hihih
atau kenyataan ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar