Powered By Blogger

Rabu, 03 Agustus 2011

A Life Time [Part 3]


Setelah memarkirkan mobil di tempat biasa aku langsung melesat ke kantin untuk sedikit mengisi perutku,dan seperti biasa pula teman teman ku(ya bisa dibilang begitu) sudah duduk di meja pojokan.Seperti biasa pula ku taruh tas ku dimeja itu dan melesat cepat memesan makanan.

“bisa kita pergi nanti?”tukas Mi Na membuka pembicaraan “kau ikutkan ? ku harap kali ini kau bisa meluangkan waktu untuk teman.”senyum nisa jelas seperti tidak mengharapkan aku.
“kemana?tapi sebenarnya aku harus ke Maid Doors hari ini”ucap ku dengan nada datar.
“itu tujuan kami Maid Doors”seru Hyun Jae bersemangat.
“oh ya , terserah kalian.aku datang kesana untuk kerja bukan untuk bersenang senang”tukasku langsung melesat kekelas.

Aku berjalan cepat ke kelas,sebelum melewati kelas aku melewati ruang FULL AC sekali lagi,yap UKS.Aku berharap disana ada orang yang bisa aku andalkan untuk berbicara.Sedikit menghilangkan beban mungkin.

Aku melangkah menuju ruangan itu,Untunglah disana memang ada Siwon dan beberapa senior lain.Well ku lihat jam dan menunjukkan waktu yang cukup lumayan lama untuk dapat bersenang senang sedikit.Aku duduk di sofa UKS dan menyandarkan tubuh ku lemas.Ku hembuskan nafas keras keras,ya seperti seseorang yang pasrah akan nasib buruknya.

“Hai ! hari mu terlihat sangat berat ” Sapa SungMin ramah,dia salah satu seniorku yap dia mahasiswa terpintar di fakultas kedokteran,dia juga salah satu anggota Super Junior sama seperti Siwon.

Bakatnya memang membuat semua orang bangga padanya,dan satu lagi dia memiliki sifat yang amat sangat bijaksana.Well untung ukuran tampang,wajahnya sangat lucu sekali menurutku(tampang kan relative sifatnya).kembali ke percakapan,aku hanya mengangkat bahu untuk merespon sapaan SungMin tadi.

“Ada apa? Apa benar benar berat?apa kau butuh bantuan ku untuk mengangkatnya?”Lanjut Siwon.
“tidak perlu aku kuat kok.”
“Katakan saja mungkin kami bisa membantumu ?”
“kurasa tidak.ini masalah ku”

“oke,kalau begitu kami akan ke Maid Doors nanti dan ingat sampaikan salam ku pada Min Rin yap”
“what ? cukup mereka saja yang ke Maid Doors”
“Disana tempat umum Han Yoon siapa saja boleh datang”
“please tidak hari ini,mereka juga akan datang”
“oh jadi Trio kwek kwek itu akan datang?”
“yap kurasa,aku takut tidak konsentrasi dalam bekerja nanti”
“kau akan konsentrasi karna kami akan membantumu”tukas Siwon cepat sambil mengusap kepalaku.Aku yang bingung hanya berdiam diri melihat Siwon dan SungMin membereskan buku buku mereka dan siap kembali ke kelas.

“Kau mau bolos Han Yoon? Itu tidak baik sayang”Sahut SungMin membuatku tersentak dan langsung berdiri meyusul mereka yang sudah mau keluar dari Surga kami UKS.Mereka mengantarku sampai kelas dan melambaikan tangan padaku.Dengan langkah berat kulihat well bangku ku dipenuhi dengan tas Mi Na dan tas kedua temannya.

Aku berjalan cepat karna melihat dosen yang tengah berjalan menuju kelas.Aku mengetuk ngetuk meja ku agar Mi Na bisa mengambil tasnya,dan seperti biasa dia tidak menghiraukan aku.Akhirnya kuputuskan untuk memanggil namanya,dan berhasil,aku bisa duduk dengan nyaman sekarang.

Dengan langkah cepat aku menuju parkiran untuk mengambil mobilku dan langsung melesat ke Maid Doors berharap aku tidak sedang diikuti oleh Trio kwek kwek yap ku gunakan istilah Siwon untuk memanggil Mi Na,Hyun Jae,dan Kim Aya.Tapi dugaanku salah mereka mengikutiku dengan langkah yang lumayan cepat sambil bercanda yang menurutku akan merusak pendengaranku.

Dan satu kejutan lag, sesampainya aku didepan mobilku.Siwon mengulurkan tangan seperti meminta sesuatu.Aku menatapanya bingung,akhirnya ia merampas kunci mobil dari tanganku dan membukakan pintu penumpang dibelakang.Aku hanya berdiam diri bagai patung.SungMin menarik tanganku dan tersenyum menggiring ku naik kemobil.

“Apa ini?”tuntutku
“tidak ada apa apa .Siwon tidak membawa mobil dan kami mau menumpang sampai di Maid Doors tidak keberatan kan?”.Aku mengangguk kaku.”rileks saja,lihatlah sebentar lagi Siwon beraksi.jangan lupa untuk bernafas, oke?sepertinya kau tegang?”.

Aku melesat memandang Siwon yang masih berada diluar,SungMin duduk dibangku depan dan mengeluarkan iPod dan buku cetak tebal dari tas nya.Aku mulai fokus kembali dan melihat apa yang dimaksud SungMin dengan kata kata terakhirnya.Aku menghembuskan nafas keras keras,dan itu membuat SungMin tertawa kecil.Tiba tiba kulihat Nisa dan kawan kawannya menghampiri Siwon.

“Hai”sapa Nisa
“oh hello”balas Siwon dengan memberikan senyuman termanisnya
“Kenapa tidak naik mobil sendiri?”
“well aku malas membawa mobil itu terus,ingin mengubah suasana.kenapa keberatan?”
“oh tentu tidak,btw mau kemana sampai menumpang mobil Han Yoon?”
“well aku mau jalan ke Maid Door, ku dengar arah kami sama. jadi aku memutuskan untuk menumpang”
“dengan kami saja? Bagaimana?”ajak Nisa antusias dan bersemangat
“well kurasa akan lebih baik menumpang di mobil ini daripada disitu,aku takut pasangan kalian marah sayang”ucap Siwon dengan nada yang lumayan halus.
“Oh oke.sebetulnya mereka tidak akan marah.kami senang kau mau menumpang dimobilku”
“lebih baik kau menggeserkan mobilmu agar aku bisa lewat.Thanks”tukas Siwon cepat dengan melontarkan senyuman termanisnya dan langsung masuk ke bangku pengemudi.

Aku melihat muka Nisa yang berubah jadi masam.Dia membuka pintu mobilnya dan langsung tancap gas keluar dari kampus.
“Bagaimana?kau senang?”Tukas Siwon segera mengeluarkan mobil menuju Mai Doors,aku hanya mengangkat bahu dan membuang pandanganku ke jendela.
Mudah mudahan ini bukan hari yang berat seperti sebelumnya.Diperjalanan menuju Maid Doors cukup lama dan memakan waktu banyak,sampai aku tidur sebentar.Well mungkin kelelahan hari ini.

”sudah sampai?”tukasku tersentak ketika Siwon tiba tiba berhenti.
“Belum jalannya macet sekali.Well sepertinya kau sudah benar benar bangun”dia mengangkat sebelah alisnya.
“memangnya ada yang bangun palsu?”aku menyipitkan mata sambil menggeleng.
“ada saja,contohnya kau mengoceh sepanjang perjalanan”Sahut SungMin membuat mukaku merah padam
“ahm sebaiknya,Aku lanjutkan tidurku”muka ku sudah semerah merahnya hingga aku benar benar malu dan menyembunyikan bagian wajahku dibalik tas.Ku dengar suara tertawa dari kedua seniorku.Ini memalukan,tapi ya sudahlah ini sudah terjadi.

Akhirnya Siwon memberhentikan mobilnya tepat dibelakang mobil Mi Na.bola mataku berputar cepat melihat mobil Mi Na disini,mereka benar benar datang.Aku menghembuskan nafas keras keras,mudah mudahan aku bisa berkonsentrasi hari ini.
Well jangankan aku,Min Rin saja tidak kuat menghadapi mereka.

Aku berharap bukan Min Rin yang menyambutku, karna aku sedang tidak ingin melihat wajahnya yang ditekuk karna sebal.Siwon turun dan membukakan pintu untukku.Aku melangkah cepat menuju pintu Maid Doors dan sungguh benar benar berharap bukan Min Rin yang membuka pintu.Tapi harapanku sirna ternyata memang Min Rin sudah stand by di depan pintu.Ku lihat well mukanya memang sudah ditekuk bagai baju belum distrika.

“welcome to Maid Doors”serunya lambat.
“Thanks Min Rin.maaf banget ya aku mau langsung masuk”seruku cepat,dia hanya mengangguk.
“Kenapa mukamu kusut seperti itu?”Tanya Siwon menyipitkan matanya.
“juniormu menyebalkan.aku permisi silahkan duduk ditempat mereka.mereka sudah memesan makanan untuk kalian.”tukas Min Rin cepat menyusulku ke locker.Sekilas ku lihat Siwon dan SungMin duduk ditempat Mi Na dkk.Well kuharap mereka tidak merusak konsentrasiku hari ini.

“kenapa kau membawanya kemari?aku tidak suka mereka”tuntut Min Rin dengan nada kesal
“aku tidak membawanya,mereka yang mau datang.Ini tempat umum”
“well bisakah mereka tidak datang pada saat aku sedang ada shift”
“mereka tidak tahu hal itu.Jangan kekanakkan Min Rin”ujar ku sedikit emosi
“oh oke maaf aku sudah menghina teman teman mu.Permisi”tukas Min Rin dan keluar dengan membanting pintu.

Well aku salah lagi.aku sudah menyakiti hati malaikat kecil itu,tapi aku tak bermaksud seperti itu.Aku tak bermaksud membela siapa pun.Aku bermaksud adil.Aku memakai kostum dengan bertemakan pelajar teladan kupakai kacamata dan melesat keluar.

Aku bekerja dengan penuh konsentrasi,sesekali ku lihat teman teman ku yang duduk disana mereka terlihat senang.Tapi pandanganku tidak luput pula dari Min Rin wajahnya sungguh sedih,dan kecewa.Aku bertekad akan minta maaf padanya ,tapi mustahil.Setiap aku berpapasan dan ingin bicara ia langsung memalingkan wajahnya.Sepertinya dia marah besar.

Apa aku sudah menyakiti hatinya?atau aku memang tidak adil?apa kata kata ku menyakitkan?apa aku memang tidak berpihak padanya?Well semua pertanyaanku sia sia,karna takkan ada yang menjawabnya.Akhirnya setelah melihat Min Rin melesat cepat pulang aku memutuskan untuk meneleponnya nanti malam.

Sesampainya dirumah aku langsung naik keatas,aku telat pulang hari ini.Aku harus mengantar kedua seniorku yang sudah bersusah payah mengalihkan perhatian teman teman ku untuk tidak menggangguku bekerja hari ini.dan itu amat sangat berguna,meskipun itu tidak berguna untuk Min Rin.

Aku naik keatas dan melaksanakan sedikit privasiku.Ku gunakan piamaku lalu aku turun ke bawah mengendap endap ke dapur dan membuat hot moccacino sama seperti di Maid Doors.Aku membawanya keatas dan langung menghempaskan badanku di kursi beranda kamarku.

Aku mengambil Ponselku lalu menghubungi Min Rin.Well teleponku tidak diangkat malah di reject tepatnya.Aku berpikir cepat apakah aku akan kehilangan teman lagi?teman terbaikku?.Ku ketik SMS dengan cepat dengan kata kata yang menunjukan penyesalanku.Well sampai minumanku habis tidak ada balasan SMS atau pun telepon balik.Sepertinya dia benar benar marah.Aku menaruh ponsel ku dimeja dan memandang langit,Aku ingin meyampaikan permintaan maaf ku pada Min Rin melalui bintang.

”apa kau akan menangis lagi?”seru Kyuhyun dari sebrang membuatku kaget
“kau?Apa lagi?”tukasku sedikit kesal
“tidak apa apa.ku kira kau mau berbicara dengan bintang lagi”
“memang aku mau melakukannya tapi bukan mau menangis”kataku galak.
“well,2 hari yang lalu kau menangis setelah bicara pada bintang.kenapa?”
“yah karna kau ada sini membuatku kesal”Aku membuang muka,sementara dia tersenyum dan tertawa

“kenapa kau mau berbicara dengan bintang?apa efeknya?”
“sebenarnya itu bukan urusanmu,tapi waktu kecil, kata Ayah setiap aku merindukan seseorang tataplah bintang dan sampaikan salammu padanya.dan orang itu pasti akan merasakan salam yang kau sampaikan,dan permohonanmu terwujud”tukasku dengan nada datar
“well aku juga mau bicara pada bintang boleh?”tanyanya sopan.
“silahkan saja,karna aku bukan Ibunya bintang”nada ku masih terdengar datar.dia tersenyum lagi

“Bintang,sampai kan salamku pada temanku.Dia tidak pernah tersenyum dan selalu merasakan hidupnya seperti beban.”
“Kau tau bintang,mungkin dia tidak akan mendengarkan siapa pun.tapi mungkin dia bisa mendengarkanmu.Aku ingin dia tersenyum lagi bintang.Aku ingin temanku bahagia.”Tuntutnya sambil melihat keatas dan tersenyum.

Aku hanya terdiam dan merasakan sesuatu yang berbeda,aku tersipu.Aku hanya terdiam ikut melihat bintang diatas.perlahanku lirik Kyuhyun disebrang berandaku.Dia mengedipkan matanya padaku,Baru aku mau membuka mulutku untuk memarahinya tapi dia langsung berteriak

“maaf nona,aku tak bermaksud jelek,maafkan aku maaf .Sungguh”dia langsung menutup kedua telinganya dan memasang wajah seperti akan menerima hukuman berat karna tidak mengerjakan PR.

Tiba tiba entah kenapa aku merasa rahangku sudah tidak berat lagi,dan aku tertawa.Aku tertawa yap aku tersenyum melihat kelakuaannya yang seperti anak kecil.Aku kembali melihatnya dan dia sudah tersenyum lagi padaku,aku membalas senyumnya.

“Kau bukan robot Han Yoon,aku tahu kau punya perasaan.Jadi cobalah untuk lebih menikmati hidup.Selagi kita bisa”ujarnya membuatku kaget.Dan kini dia tertawa “terima kasih ya,ternyata kata kata ayahmu itu tepat sekali.Perfect.Selamat malam”Katanya berbalik menuju kamarnya.

“Kyuhyun !”teriakku.
“ya? Ada apa?kenapa kau suka sekali berteriak?”Tanya Kyuhyun dan berbalik kearahku.
“terima kasih.selamat malam”aku melontarkan senyumanku.
“ya selamat malam”dia mengetuk ngetuk ujung bibirnya dan kini aku tahu apa maksudnya,dia menginginkan aku untuk tersenyum.

Akhirnya aku tersenyum dan masuk kedalam kamar.Aku membaringkan tubuhku dan tersenyum lagi.Aku tak percaya aku sudah bisa tersenyum hanya karna lelucon kecil seperti tadi.Well aku sudah bersyukur aku sudah bisa tersenyum.aku akan memperbaiki keburukanku selama ini besok pagi.Pasti,akhirnya aku memejamkan mata dan mulai tidur.
***

Ku buka mataku untuk menyambut datangnya pagi,ku renggangkan tanganku dan mulai melakukan olahraga kecil.Ku hentakkan kakiku untuk membangunkan adikku.Well seperti biasa aku bersiap siap ke Maid Doors.

Dengan bergegas aku turun dan menuju meja makan.Wow real tidak ada siapa pun disana.Aku berteriak memanggil kedua adikku tapi tidak ada yang keluar.Aku menuju dapur dan aku memang tidak menemukan siapapun dirumah ini.kemana mereka?.

Aku bergegas mengambil kunci mobil dan keluar dari rumah.Mataku terbelalak melihat kafe ibu yang berantakan.Aku berlari kesana.Bingo aku melewatkan sesuatu yang penting.Aku melihat ibu menangis begitu juga kedua adikku,sementara nenek duduk dipojokan dan terdiam.

“Apa yang terjadi? Jelaskan apa yang terjadi Ibu !”tuntutku
“Bagaimana kita membayar hutang ayahmu,tadi beberapa orang suruhan bank datang.dan mereka mengancam akan menutup kafe ini.”tukas nenek dengan nada marah.
“hutang? Hutang apa? Dan kenapa kafe ini yang kena dampak.”

“Dulu ayahmu meminjam uang bank untuk membangun kafe ini,tapi Ibumu tidak becus dalam mengurusnya sehingga rugi besar.”
“Sudah cukup.sebiknya kita memikirkan caranya,mungkin ibu bisa memakai tabunganku untuk membayar sebagian hutang ayah.Bagaimana?”
“Tidak usah Nak.Ibu tahu itu semua untuk biaya kuliahmu.Ibu akan berusaha mengubah kafe ini supaya bisa membayar hutang ayahmu.mereka memberi waktu cukup lama.Sudahlah nak pergilah bekerja nanti kau terlambat. ”

“Hari ini aku tidak usah ke Maid Doors aku akan membantu ibu.”
“Apa kafe ini masih tutup?atau sudah ditutup?”Tukas Kyuhyun sambil bersandar dipintu.
“Tutup mulutmu Kyuhyun ! kau terlalu menghina keluargaku”
“Aku bukan menghina justru aku akan membantu,Well permasalahnnya kau membuka Kafe yang..Hmmm bisa dibilang tak ada hal yang menarik disini”
“Apa?”aku membantahnya dan bersikap marah padanya.
“sekarang tutup mulutmu kalau kau mau jalan keluarnya”Nada nya membentak dan aku langsung menutup mulutku.

”Well kurasa kau harus memiliki sedikit ciri khas,misal ciri khas kafe mu apa Han Yoon”
“well mungkin Tema kostum”aku mengangkat bahu.
“Nah itu.Sedangkan di kafe ini?Well kalau boleh jujur tidak ada yang menarik.Dan menunya benar benar biasa saja.Kalau dilihat lihat di daerah seperti ini,jarang anak yang mau menikmati makanan seperti ini.”

Aku berpikir keras dengan perkataan Kyuhyun.Well ternyata benar,ini buka kafe tetapi seperti warung saja.Ibu hanya menjual makanan buatan tangan seperti kue kue kecil,ya kurasa memang sangat sulit dijual.Aku memperhatikan menu makanan,dan Well sederhana.Aku terdiam.Kyuhyun beranjak keluar dari café.Ia mengulurkan tangannya padaku,aku menyimpulkan bahwa dia sedang memikirkan sebuah rencana.

“Ibu aku pergi kerja dulu,sebaiknya hari ini Ibu tidur yah,Toko ini ditutup untuk sementara.”Ibu mengangguk dan aku menyuruh kedua adikku masuk kemobil dan mengantar mereka sekolah.Nenek mengikuti Ibu masuk kerumah yah dengan mengomel tidak jelas.Aku berjalan menuju mobil dan Kyuhyun sudah berada di kursi pengemudi.

“Apa? Sana !”usirku menyuruhnya duduk di bangku penumpang.
“Hmm aku tipe cowok yang tidak suka dibonceng cewek.”katanya merampas kunci mobil dari tanganku. Aku menggeleng kepala dan naik ke kursi penumpang.

***

Well kami sampai di Maid Doors aku meyuruh Kyuhyun duduk dan membiarkannya mencari berbagai cara untuk memulihkan kafe ibuku.Kyuhyun membiarkan aku konsentrasi bekerja sementara dia memikirkan beberapa upaya dan yang nanti akan didiskusikan pada ku.

Aku berjalan cepat menuju locker unruk mengganti baju,sesuai tema tentunya dan aku beruntung tema kali ini santai,so aku bisa mengenakan baju kaos dengan celana jeans dan sepatu kets.Dan beruntung pula aku bertemu dengan orang yang benar benar ingin aku temuin.Min Rin.Aku mau meminta maaf padanya.Sehabis menutup locker aku menghampirinya.

”Min Rin ..aku..”
“Aku sudah memaafkanmu,sebenarnya ini kesalahanku.Aku menyesal bersikap seperti itu.Benar benar kekanak kanakkan.Maafkan aku yah.”Tukas Min Rin cepat membuatku merasa lega tetapi tetap tidak enak hati padanya.Akhirnya aku mengangguk.
Tiba tiba aku teringat dengan kafe ibu.Aku terdiam menjadi patung es yang dingin.Wajahku pucat.Kenapa denganku padahal tadi aku baik baik saja,kenapa aku tiba tiba takut?.Ku lihat wajah Min Rin yang sudah berubah menjadi cemas.

“kau kenapa?apa kau sakit?kau ada masalah?mau bercerita padaku?”tanyanya dengan nada cemas dan khawatir.Aku hanya menggeleng kepala.”hei jangan bohong aku sudah mengenalmu bukan hanya kemarin tapi sudah lama aku mengenalmu.mau bercerita denganku?Aku akan membantumu.”

“Tidak perlu.Sudah ada yang membantuku,diluar sana ada tetanggaku yang sudah mau membantuku”
“Ada apa? Tentang kafe ibumu?tentang wanita wanita bar bar itu?atau hal lainnya?”
“Well ini masalah kafe ibu,Jadi tadi pagi beberapa orang bank datang untuk menagih hutang ayah.Ayah berhutang pada bank untuk membangun kafe kecil itu.Kau tahu kan kafe itu satu satunya sumber penghasilan terbesar yang kami harapkan,Aku tidak bisa hanya mengandalkan penghasilan di Maid Doors untuk menghidupi keluarga ku.Terlebih lagi deposito Ayah sudah mulai menipis.”Aku mulai sedikit terisak,dan merasakan Min Rin memelukku.

“tenang sayang,aku akan membantu.Bagaimana aku harus membantumu?Aku bisa bekerja disana gratis mungkin?Atau apapun aku akan membantumu.PASTI”
“Terima kasih ,tapi sebenarnya itu tidak perlu.karna well sebenarnya Kyuhyun,tetangga baruku sudah membantu.Aku tidak ingin memperberat banyak orang”
“Aku tidak merasa direpotkan,ini untuk temanku kurasa lebih untuk saudariku,kau suda h ku anggap saudari sayang.Jangan menangis yah” Min Rin menenangkanku sambil mengusap usap kepalaku,dia selalu berhasil menenangkan ku saat aku marah,atau sedih.Dia juga sudah kuanggap saudaraku.Aku mengangguk dan membalas pelukannya.

Akhirnya kami keluar dari ruang locker dan bekerja.Min Rin berjanji akan membantu Kyuhyun menemukan penyelesaian yang terbaik dengan segala Ide yang ada dikepalanya.

“Welcome to Maid Doors”Tukasku dengan senyuman asli yang sudah bisa merekah diwajahku.
“Terima kasih dan senyuman barumu Well bagus dan manis”Sahut Siwon yang merupakan tamuku
“Sedang senang?senyumanmu manis sekali” tambah SungMin.

“Hei Min Rin?Apa yang kau lakukan?Sepertinya asik?”Tukas Siwon yang sudah berdiri disebelah meja Kyuhyun yang sedang berdiskusi dengan Min Rin.
“HEi,kemarilah ada renovasi bangunan kau pasti suka,ada ide bagus?”
“Buat?dan siapa dia?selingkuhanmu.hahah kidding”
“Hei jangan bercanda.Well seharusnya bukan aku yang memperkenalkan tetapi ya sudahlah.Ini Kyuhyun tetangga barunya dan kami merencanakan sesuatu yang besar?”

“Apa? Ceritakan pada kami.Kami ikut membantu kalau buat dia”Kata Siwon antusias
“Well mau kau atau aku yang menceritakan rencana ini?”
“Lebih baik kalian melanjutkan pekerjaan kalian dan kami para lelaki akan memikirkan rencana yang hebat.Urusan cerita belakangan juga tak masalah”

“Bagus kalau begitu,kalian mau minum apa?lagipula jam kami sudah hampir selesai kok,Tenang saja”
“Mungkin kopi agar kami tidak mengantuk”
“Kami segera kembali”Tukas Min Rin dan menarikku kembali bekerja.Aku tersenyum padanya dan dia hanya merangkulku.

Aku berjalan cepat menuju setiap meja dan mengantarkan setiap pesanan yang ada,Well akhirnya jam kerja ku habis,dengan cepat Min Rin menarik tanganku menuju ruang locker dan menganti baju.Dengan cepat kami langsung sampai pada meja kerja para lelaki kreatif.

Aku langsung duduk disebelah Siwon,dan Min Rin duduk disebelah Kyuhyun yang sedang menerangkan ide ide yang telah mereka simpulkan.sekali kali aku mengalihkan pandangan ku kepada Siwon,dia hanya mengusap kepala ku,dan berkata RILEKS.tetapi aku tetap menunjukkan perasaan takut dan cemas.Well ku alihkan pandangan ku ke Min Rin dia hanya tersenyum mendengar penjelasan Kyuhyun,dan mengangguk.

“Oke kita mulai”Sahut Siwon
“Kau pasti senang sayang ide mereka hebat”tukas Min Rin
“dan kau takkan menyesal”lanjut SungMin
“Aku juru bicara,kalau ada yang ingin mengajukan pendapat angkat tangan dulu.Sehingga pembicaraan tidak bentrok dan segera selesai.Kita harus jalan cepat.”
“Well aku tegang”sahut ku tiba tiba
“Gampang saja kau hanya tinggal jawab ‘Iya’ atau ‘Tidak’,oke?”
“Ayo cepat di mulai aku ingin cepat kerja”tukas Min Rin dengan antusias yang membara
“Sabar kau terlalu antusias,Well kita mulai.”

“ehem hem .. okeh kita mulai,Ada 3 kategori dan kau tinggal memilih yang mana,kau siap? Kita mulai dari Ide Siwon,Min Rin baru,hasil rembukan bersama”jelas Kyuhyun dan mempersilahkan Siwon bicara.
“Okeh,menurut ku lebih baik jika kafenya diubah menjadi sumber makanan siap saji dengan konsep lebih anakmuda bagaimana?dan bisa ditambah dengan hiasan lampu lampu yang membuat suasana jadi sedikit lebih ramai dengan begitu kita bisa mengandalkan para anak muda dikomplekmu untuk datang dan menjadi penghasilan kita.”jelas Siwon

“Berikutnya aku,menurutku sayang lebih baik kita membuat yang lebih simple,dengan konsep rumah biasa,dan makanannya lebih pada ke tradisional,dan itu akan lebih mempermudah ibumu dan mempertahankan kebudayaan kita”jelas Min Rin antusias.

“Well menurutku ..”Aku tersentak karna tangan Siwon sudah melayang untuk menutup mulut mu,Aku meronta dan melepaskan tangannya.
“APA?”jawab ku judes.sementara Siwon hanya diam saja
“Kembali ke peraturan pertama tidak ada yang boleh berbicara selain dipersilahkan,kau cukup mengganggu.masih ada 1 kategori lagi dan aku akan menjelaskan.Sesuai Ide ide mereka semua,kami membuat suatu kesimpulan menarik”Kyuhyun menjelaskan dan aku hanya mengangguk.

“Warung teh,bagaimana?”sahut mereka serentak dan antusias
“well”aku memutar kedua bola mata ku dan mengangkat bahu
“Kita membuat suasana sesimple dan seramah mungkin dan serileks mungkin”
“Kita buat berbagai jenis teh dan kue kue yang creamy dan mengenyangkan ”
“dan konsep pekerja kita buat dengan biasa saja,tetapi tetap elegan”
“Siang malam pasti ramai pengunjung tua muda,muda mudi,ataupun siapa saja pasti akan datang”
“Bagaimana?”Tanya Kyuhyun pelan.
Sementara aku bingung melihat teman teman dan kakakku yang sibuk menjelaskan ide ini padaku.Aku menunduk.Aku benar benar senang masih ada orang orang yang antusias membantuku.Tubuh ku gemetar dan aku takut benar benar merepotkan mereka.

“Hei.. bagaimana ? Kau setuju dengan kategori 3 ?”Kata Siwon membelai pipiku dengan tangannya yang besar dan hangat.Aku mengangguk dan Siwon menarikku ke tubuhnya dan memeluknya.Ku dengar suara Min Rin yang juga menghamburkan diri kepelukan Kyuhyun,SungMin memesan 5 cola dengan ukuran mini,dan kami bersulang merayakan segala urusan dan ide ide yang bagus ini.

Kami setuju kalau besok kami akan memulai semuanya,Well besok minggu pasti sangat menyenangkan bertemu dengan mereka lagi.Akhirnya kami memutuskan untuk bubar dahulu Min Rin memutuskan menginap dirumahku sementara Siwon dan SungMin kembali lagi besok ke rumahku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar