“Maaf ini yang terakhir kalinya ya” terdengar bisikan pelan ditelingaku, aku menggelengkan kepalaku keras dan merasa tubuhku mulai bergetar.
Kuhela nafas sebentar dan kembali berkonsentrasi mengendarai mobil hingga aku terpaku pada sosok wanita mungil yang ku kenal EunMi. Aku menghentikan mobilku dan segera keluar dari mobil. Ku pegang kepala wanita itu dan akhirnya tersungkur jatuh bersamanya. Aku menatap wajah wanita itu yang terlihat pucat dibalik baju hanboknya yang sangat indah. Aku menggendong wanita itu dan segera membawanya kedalam mobil.
Sesampainya didorm, Aku kembali menggendong tubuh mungil gadis itu dan segera membawanya kerumah. Cukup lama berada dilift aku segera menekan bel rumahku hingga hyungku membukakan pintu.
“Hyung ?”ujar Kyuhyun dari balik pintu, aku segera masuk dan membaringkan tubuh gadis mungil itu di tempat tidurku. Aku segera memegang tubuhnya yang sangat dingin
“Eottohke, bagimana ini ?”ujarku panik dan segera beranjak berdiri kedapur “ajumma, aku boleh minta tolong ?”
“Apa ? ada yang bisa ku bantu ?”
“Ikut aku sebentar”ujarku dan segera mengambil piyama biru dari lemari baju kami “tolong gantikan baju gadis itu”ujarku dan memberikan piyama itu pada Ajumma penjaga rumahku.
Aku pun segera berbalik kedapur dan membuatkan bubur hangat. Tiba tiba Kyuhyun sudah berada disebelahku dengan wajah yang sangat penasaran. Ia mengambil handuk dan memberikannya padaku.
“Gomawo”
“Dimana hyung mnemukan EunMi ?”
“di jalan mau pulag, dia terlihat bingung dan pucat. Sampai akhirnya dia hampir terjatuh dijalan tadi”jelasku
“Terjatuh ? dijalan ?”tanyanya sedikit gelisah
“Wae ? kenapa kau terlihat begitu cemas ?”
“Ani.. kasihan sekali dia”ujar Kyuhyun dan segera meninggalkanku
Aku melirik kearahnya bingung. Kenapa wajahnya jadi sesedih itu. Tiba tiba ajumma sudah berdiri disampingku dan membantuku meletakkan bubur dimangkok. Aku tersenyum tipis dan segera membawa bubur itu kedalam kamar. Aku melihat gadis itu sedikit bergerak, matanya perlahan mulai tebuka. Aku berjalan perlahan memasuki kamar, agar tidak mengagetkannya
“sudah bangun ? ini ada bubur hangat untukmu”
“kau, ah~ aku dimana”serunya
“Ini dirumah ku, tepatnya disalah satu dorm Super Junior, kau masih ingat dengan kamikan ?”tanyaku membuatnya menggangguk pelan “ya sudah mau makan bubur atau minum teh dulu”
“teh saja,”ujar gadis itu yang tiba tiba terdiam ketika melihat dirinya dicermin “aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa”teriaknya membuatku berdiri dan menutup kedua telingaku.
“Apa yang kau lakukan !”teriaknya sambil melempar bantal, boneka, sampai selimut kearahku “Apa yang kau lakukan padaku, apa yang kau lihat ! Apa kau yang mengganti bajuku ! dasar mesum !”
“YA !”seruku membuat dia terdiam dan bersembunyi dibalik selimut
“hyung ? wae siapa yang berteriak ?”tanya Ryeowook yang langsung masuk kekamarku
“kau ! dengar ya, aku tidak semesum itu. Bukan aku yang mengganti bajumu, tapi Ajumma penjaga rumah. Kalau kau tak percaya ini orangnya” seruku sambil menarik tangan Ajumma yang baru masuk kekamarku karna teriakan EunMi
“jinjja ?”ujarnya yang langsung beranjak dari tempat tidurku “aku benar benar minta maaf”tambahanya sambil melakukan SeBae, Aku langsung duduk dihadapannya dan menyuruhnya berdiri
“Ani... aku tidak sampai memintamu seperti itu”
”aku benar benar minta maaf”ujarnya sambil menundukkan kepalanya.
”aku benar benar minta maaf”ujarnya sambil menundukkan kepalanya.
Aku melihat wajah gadis itu, terlihat sangat bingung dan begitu sedih. Ia memperhatikan sekeliling kamarku dan seolah olah sedang mencari sesuatu. Aku meyipitkan kedua mataku dan dia langsung menarik tanganku dan meihat jam tanganku
“Aigoo~ aku harus pulang, mana seragam ku ?”
“tadi... pakai hanbok”ujarku
“aish~ aku lupa, ya sudah mana hanbok ku ?”ujarnya
Ajumma, segera memberikan hanboknya yang sudah kering dan segera berjalan kedapur.
***
Aku segera keluar dari kamar dan hendak berpamitan dengan keluarga yang sudah menampungku sementara ini. Aku melihat 4 orang lagi lagi yang sudah berdiri didepan tivi ketika aku keluar dari kamar.
“Aku pulang dulu, gamshamnida”
“ne, ah~ biar Kyuhyun yang mengantarmu. Bagimana ?”
“Ani... aku”
“ani.. pokoknya kamu diantar sampai rumah ya”
“terima kasih tapi itu sangat merepotkan”
“ani... kami memaksa. Kyuhyun sudah menunggu diluar”
Aku menggangguk pelan dan segera keluar dari rumah itu. Aku melihat sesosok pria yang berdiri didekat lift, Ia menggunakan topi dan kacamata. Aku berjalan sediki cepat dan mengampiri pria itu. Sesampainya di lobby parkir. Ia membukakan pintu untukku dan segera menjalankan mobilnya
“Ah~ gomawo sudah megantarku”
“Gwenchana, akan aneh diliat orang jika kau berpakaian seperti itu naik bus”
“Ahm~ kau benar, kalau boleh antar aku ke SIS saja ”
“yash, kenapa kau tidak sopan padaku ?”
“ha ?”
“aku ini lebih tua darimu”
“Ahm~ joengmal mianhae”
“Gwenchana, perkenalkan namaku Kyuhyun. Cho Kyuhyun”
“Ne, aku Kim EunMi. Senang berkenalan denganmu Kyuhyun sshi”
“yap, meskipun sudah saling kenal”ujarnya membuatku sedikit tersenyum padanya.
Mobil sudah berhenti didepan sekolahku. Aku melihat seisi sekolah yang sudah sangat sepi dan hening. Ini memang sudah sore. Aku harus segera pulang sebelum Eomma memarahiku. Aku segera membuka pintu dan menunduk sopan pada Kyuhyun sshi. Aku menggakat rok panjangku dan segera memasuki sekolah. Aku berjalan perlahan memasuki kelasku dan sudah ada EunHo disana.
Aku membuka kedua mataku dan melihat EunHo yang sudah memegang tas dan seragam sekoalahku, ah iya aku lupa. Aku sudah janji untuk pulang bersamanya hari ini. Aku melangkah perlahan dan EunHo langsung memberikan seragam sekoalahku dan segera keluar sambil membawa tas sekolahku. Aku segera kekamar ganti dan mengganti hanbokku dengan seragam. Bagaimana ini ? apa EunHo tahu yang sebenarnya ?
Aku melihat EunHo yang sudah duduk diatas motornya. Aku menyandang tasku dan segera memakai helm. Aku langsung naik kemotor dan memeluk pinggang EunHo. EunHo mulai menjalankan motornya, sepanjang perjalanan aku merasa ingin menangis. Aku merasa EunHo seharusnya tidak tahu dengan semua omong korong HyeMin. Tiba tiba mataku terpaku pada seseorang yang keluar dari mobil hitam, itukan Kyuhyun sshi.
EunHo menghentikan motornya disebuah bank. Tanpa berbicara dia segera turun dari motor dan masuk kedalam bank. Aku memutuskan untuk menunggunya diluar, aku duduk disebuah kursi sambil terus memperhatikan tusuk sanggul yang pernah dibelikan EunHo untukku. Tak lama kemudian tiba tiba sebuah lolipop warna warni sudah ada didepan mataku
“noona ini ... hadiah”ujar EunHo sambil tersenyum padaku
“Joengmal, sudah lama aku tidak melihat senyuman itu”
“Aku sedang senang. Lihat. Aku berhasil menjual lukisanku, dan hasilnya sangatlah lumayan untuk kita berdua”
“kita berdua ?”
“Noona dengarkan aku, aku... aku ingin kita pindah dari neraka itu”
“neraka ?”
“ne, aku mendapatkan sebuah kamar di sebuah apartemen. Dan kamar itu sangat besar untuk kita. Ada tiga kmar, dengan dapur, ruang keluarga yang nyaman”
“lalu ?”
“aku juga mendapatkan penghasilan yang lumayan hari ini, lebih baik kita pindah dari rumah itu dan tinggal berdua”
“Kim EunHo ! apa yang kau pikirkan ” teriakku sedikit marah
“noona, aku sudah tahu semua. Apapun yang noona bilang, semua yang dikatakan perempuan itu adalah benar ”
“Tapi EunHo, orang tua kita belum meninggal. Kita tidak bisa meninggalkannya”
“sampai kapan Noona ? sampai kapan kau memaksakan diri menjadi dokter”
“aku...”
“noona percaya padaku, aku yang akan menjagamu”
Aku terdiam melihat EunHo yang terus meyakinkanku. Aku terdiam sejenak, niat itu kembali muncul. Niat untuk kabur dari semua ini. Niat untuk hidup layaknya remaja biasa. Bagaimana ini ? tapi appa, bagimana dengan Appa ? Eomma juga. Aku tidak bisa meninggalkan mereka begitu saja. EunHo melepaskan genggaman tangannya dan segera beranjak kembali kemotornya
“lebih baik Noona pikirkan dulu, ayo pulang”ujar EunHo. Aku segera naik ke motor dan kembali memeluk pinggang adikku.
EunHo memasukkan motornya ke garasi dan segera berjalan didepanku. Aku mengikutinya dari belakang, hari ini sepertinya Eomma dan Appa sudah pulang. Karna rumah tidak begitu gelap seperti kemarin dan mobil orang tuaku juga sudah terparkir rapi di garasi. EunHo membuka pintu dan seperti biasa, dia langsung berlari kekamarnya.
“Aku pulang”seruku membuat Eommaku keluar dari dapur dan menyapaku
“ah~ EunMi sudah pulang, ayo makan dulu”
“Ani ... aku mau keatas saja. Besok aku ada ulangan Biologi”
“baiklah kalau begitu, kau harus beajar sampai pagi”
“Kenapa Eomma tidak memaksaku makan ? apa Eomma tidak memikirkan aku kelaparan ? Kenapa Eomma hanya menyuruhku belajar”gerutuku pelan
“nde ?”
“Ani... aku naik dulu”ujarku cepat dan langsung berlari kekamarku
Sebelum membuka pintu kamarku, tiba tiba EunHo sudah membuka pintunya. Ia melemparkan bungkusan kecil untukku. Aku melihat isi bungkusan itu dan mencium harumnya Jajangmyeon lagi. Aku terkekeh pelan dan memeluk adikku
“Jangan tinggalkan Noona, jangan pernah meninggalkanku ya”ujarku yang mulai menangis “Noona ingin kau bahagia, noona ga akan kuat melakukan ini semua kalau tidak ada kau EunHo~ah. Arasso”
“Arasso noona, cepat mandi Noona sudah bau sekali”
“kau juga istirahat ya”ujarku dan segera berbalik masuk kekamarku.
Aku duduk perlahan dimeja belajarku dan membuka laptopku. Saat kulihat layar kaca laptopku yang menampilkan salah satu fitur chatting. Terlihat username yang sangat familiar ‘Genius Boy’. Dia ada pikirku.
***
Genius Boy : hai pintar
Genius Girl : Oppa, tumben ada ?
Genius Boy : kekekek aku selalu ada disitus ini
Genius Girl : Oppa, tumben ada ?
Genius Boy : kekekek aku selalu ada disitus ini
Genius Girl : apa sekolahmu tidak pernah ada ulangan ?
Genius Boy : sekolah ?
Genius Boy : sekolah ?
Genius Girl : ne, oppa masih sekolahkan ?
Genius Boy : aku… tentu saja, aku kelas 2 SMA
Genius Boy : aku… tentu saja, aku kelas 2 SMA
Genius Girl : hah ? kita sama artinya aku tidak perlu meanggilmu oppa
Genius Boy : Ani… umurku teta lebih tua darimu
Genius Girl : Arasso oppa
Genius Boy : Wae ? kau sedang sedih ?
Genius Girl : ne, aku bingung. Adikku ingin pindah dari rumah
Genius Boy : lalu ? bukankah dia laki laki
Genius Girl : iya tapi aku tidak bisa kalau tidak ada dia, aku pasti kesepian
Genius Boy : kan ada oppa
Genius Girl : kenapa begitu ? aku saja tidak pernah bertemu denganmu
Aku melihat kearah layar laptopku dan tertawa miris. Aku keluar dari layar chat dan segera mematikan laptopku. Aku beranjak ketempat tidurku dan kembali berfikir. Benar yang dikatakan EunMi, bagaimana bisa aku menjaganya dan selalu ada untuknya. Saat ia minta bertemu saja aku tidak berani. Aku menghela nafas panjang dan berbaring ditempat tidur.
Tiba tiba pintu kamarku terbuka dan terlihat Eunhyuk hyung yang mengendap masuk kekamar ku yang sudah gelap. Aku melirik kearah SungMin hyung yang sudah membenamkan diri di selimut pinknya. Aku beranjak bangun membuat EunHyuk hyung mengelus dadanya karena kaget. Aku menyalakan lampu meja dan melihat Eunhyuk hyung yang sepertinya baru pulang dari siaran.
“hyung ? wae? Kenapa mengendap endap seperti itu ?”
“Ha ? tidak aku hanya ingin mengambil bando ini. Aku mau cuci muka, sudah pergi tidur lagi saja”
“Arasso. Selamat malam hyung”
“ya selamat malam, ah ya Kyunie”
“Ha ? tidak aku hanya ingin mengambil bando ini. Aku mau cuci muka, sudah pergi tidur lagi saja”
“Arasso. Selamat malam hyung”
“ya selamat malam, ah ya Kyunie”
“wae ?”
“masalah EunMi”
“kenapa dengan dia ?”
“masalah EunMi”
“kenapa dengan dia ?”
“apa kau tidak merasakan sesuatu asal bersamanya ?”
“Maksud hyung ?”
“Aku seperti mulai mengenali bayangan dia lagi saat bersama EunMi”ujar Eunhyuk hyung membuatku terdiam dan hanya menggangkat bahuku pelan
“Aku seperti mulai mengenali bayangan dia lagi saat bersama EunMi”ujar Eunhyuk hyung membuatku terdiam dan hanya menggangkat bahuku pelan
***
Aku membuka mataku dengan cepat, matahari pagi sudah menyinari tempat tidurku. Tapi saying bukan karna matahari aku terbangun. Tapi karna suara terikan dan suara sesuatu yang terbanting dari bawah. Aku segera beranjak berdiri dari tempat tidur dan segera berlari keluar kamar. Aku berlari menuruni tangga hingga sampai ketaman belakang rumah. Bau apa ini ? seperti bau terbakar.
“Jangan kumohon jangan”ringis seseorang membuatku mempercepat langkah kakiku
“kau tidak akan bisa hidup dengan coretan yang tidak berguna ini”teriak seorang pria dengan suara yang sangat berat. Itu suara appa. Aku segera berlari dan melihat Appa sedang membuang semua lukisan milik EunHo kedalam tungku pembakaran sampah.
“kau tidak akan bisa hidup dengan coretan yang tidak berguna ini”teriak seorang pria dengan suara yang sangat berat. Itu suara appa. Aku segera berlari dan melihat Appa sedang membuang semua lukisan milik EunHo kedalam tungku pembakaran sampah.
EunHo duduk bersujud pada appa sambil menangis dan melihat semua lukisannya sudah musnah terbakar. Aku melihat sosok Eomma yang sudah berdiri dibelakang appa sambil membantu merobek setiap lukisan dan membakarnya. Ini benar benar keterlaluan
“EunHo ! ”teriakku dan segera memeluk adikku yang masih menangis melihat semua karyanya terbakar “Appa!Eomma! apa kalian sadar apa yang kalian lakukan ?”
“EunMi cepat kembali kekamarmu, adikmu ini benar benar harus diberi pelajaran”
“tapi bukan seperti ini caranya”
“jadi bagaimana ? aku Ayah dirumah ini, aku yang berhak mengatur siapapun yang berada dirumah ini”
“Appa….”
“EunMi cepat kembali kekamarmu, adikmu ini benar benar harus diberi pelajaran”
“tapi bukan seperti ini caranya”
“jadi bagaimana ? aku Ayah dirumah ini, aku yang berhak mengatur siapapun yang berada dirumah ini”
“Appa….”
“Jika ada yang keberatan, dia boleh meninggalkan rumah ini”
“Aku !”ujar EunHo ditengah isakkannya “Aku yang akan keluar, bukan dari rumah ini. Tapi aku keluar dari neraka ini”ujar EunHo penuh amarah dan segera berlari menuju kamarnya
“EunHo”seruku mencoba menahan kepergiannya
“Jangan di halangi EunMi ! biarkan dia bertindak sesukanya, dia bukan keluarga kita lagi”
“Dia anak Appa, kenapa Appa bisa bilang begitu ?”
“Biarkan dia pergi”ujar Appa membuatku menggeleng pelan dan beranjak masuk kedalam rumah.
“EunHo”seruku mencoba menahan kepergiannya
“Jangan di halangi EunMi ! biarkan dia bertindak sesukanya, dia bukan keluarga kita lagi”
“Dia anak Appa, kenapa Appa bisa bilang begitu ?”
“Biarkan dia pergi”ujar Appa membuatku menggeleng pelan dan beranjak masuk kedalam rumah.
Aku melangkahkan kakiku memasuki ruang tengah, mataku terpaku dengan sosok EunHo yang sudah menarik koper pakaiannya dan beranjak keluar rumah. Aku berlari cepat menuju pintu keluar dan segera menarik tangan EunHo.
“Jangan tinggalkan Noona, Noona mohon jangan tinggalkan Noona”
“Noona mianhae. Aku tidak kuat hidup disini, mianhae”ujar EunHo membuatku mulai menjatuhkan air mataku “Noona, ku mohon jangan menangis”
“EunMi ! Aku perintahkan kau masuk kekamarmu sekarang !”seru appa dari dalam
“Noona mianhae. Aku tidak kuat hidup disini, mianhae”ujar EunHo membuatku mulai menjatuhkan air mataku “Noona, ku mohon jangan menangis”
“EunMi ! Aku perintahkan kau masuk kekamarmu sekarang !”seru appa dari dalam
“Noona sebaiknya kau masuk, jangan perdulikan aku. Aku akan sering menjengukmu disekolah”
“Ani… jangan jangan tinggalkan Noona”
“KIM EUNMI !”
“Ani… jangan jangan tinggalkan Noona”
“KIM EUNMI !”
“Jangan dengarkan dia… kumohon jangan pergi, jangan tinggalkan aku”
“Noona”
“Noona”
“kumohon… EunHo ku mohon”seruku sambil terus menarik tangan EunHo dengan erat
“Noona, ini. Pegang ini, ini alamatku kapan saja kau mau datang aku ada disana”ujar EunHo sambil memberikanku lipatan kertas kecil “Aku harus pergi dulu Noona, jaga diri noona baik baik”ujar EunHo sambil mencium keningku dengan lembut.
“Noona, ini. Pegang ini, ini alamatku kapan saja kau mau datang aku ada disana”ujar EunHo sambil memberikanku lipatan kertas kecil “Aku harus pergi dulu Noona, jaga diri noona baik baik”ujar EunHo sambil mencium keningku dengan lembut.
Aku terus memandang punggung EunHo yang semakin menjauh dari pandanganku. EunHo sudah pergi sekarang. Aku harus bagaimana ? aku harus kehilangan semua orang yang ku sayangi ? Aku segera menutup gerbang dan kembali masuk kerumah.
“kau hanya membuang buang tenagamu untuk menangisi anak seperti itu”ujar Eomma, Tanpa berbicara aku segera naik keatas dan duduk didepan meja laptopku. Ku buka layanan chat dan aku merasa sangat sedih karna orang yang kucari sedang tidak ada.
Aku beranjak ketempat tidur dan melihat kertas yang ada ditanganku. Alamat EunHo yang baru. Tetap saja, aku tidak tahu harus bagaimana sekarang.
Aku melipat kertas itu dan memasukannya kedalam dompetku. Aku berjalan perlahan menuju kamar mandi dan segera mengganti bajuku dengan baju yang lebih santai. Hari minggu yang sangat buruk untukku.Bip~ aku mengangkat kepalaku dan segera melihat ke laptopku. Aku beranjak dari tempat tidurku dan melihat layar laptopku.
Genius Boy : EunMi ah ~
Genius Girl : Oppa…. Tolong aku
Genius Boy : Wae ? kau kenapa ?
Genius Girl : Oppa apa yang harus kulakukan ? Eunho pergi dari rumah, aku bingung ?
Genius Boy : Aku…. Aku tidak tahu harus bagimana ?
Genius Girl : Oppa kumohon… tolong aku
Genius Boy : Kita…. Kita bertemu
Genius Girl : Jinjja ? ? dimana aku akan segera kesana
Genius Boy : di taman tepi Han river
Genius Girl : aku kesana sekarang
Genius Girl : Oppa…. Tolong aku
Genius Boy : Wae ? kau kenapa ?
Genius Girl : Oppa apa yang harus kulakukan ? Eunho pergi dari rumah, aku bingung ?
Genius Boy : Aku…. Aku tidak tahu harus bagimana ?
Genius Girl : Oppa kumohon… tolong aku
Genius Boy : Kita…. Kita bertemu
Genius Girl : Jinjja ? ? dimana aku akan segera kesana
Genius Boy : di taman tepi Han river
Genius Girl : aku kesana sekarang
***
Aku beranjak dari tempat dudukku. Dan segera berjalan ke rentetan baju yang tersusun diruang tengah. Aku mengambil topi, celana jeans, kaos, dan jaket dan segera kembali kekamarku. Aku memakai semua itu dan segera mengambil tasku dan segera beranjak menuju lobby parkir. Aku menekan tombol lift dan segra masuk kedalam lift.
“Huah~ bagaimana aku bisa pergi ? aku kyuhyun saat ini. Tidak bisa jadi Cho MinJung”
“hai Kyunie ah” ujar seseorang daripojok ruangan
“hai Kyunie ah” ujar seseorang daripojok ruangan
“ah~ Shindong hyung, apa kabar ?”
“aish seperti lama tak jumpa saja? Kau mau kemana ?”
“mau pergi… ah hyung bawa topeng peyamar ?”
“ada memangnya kenapa ?”
“boleh aku pinjam ? aku benar benar butuh sekarang ?”
“ini pakai saja”
Aku segera memakainya dan langsung berjalan ke mobil . Kunyalakan mobil dan segera melesat menuju taman yang dijanjikan. Aku memarkirkan mobil tepat disamping taman. Aku berjalan masuk dan mencari sosok EunMi. Aku harus berpura pura tidak kenal, aku segera berlari mencari EunMi. Aku melihat sosok perempuan yang sedang menangis dibawah pohon yang rindang dengan mantel putih panjang dan rambut hitam panjang yang terurai. Aku mendekat kearahnya dan memastikan itu EunMi
“Kim.. Kim EunMI ?”
“Cho MinJung ?”
“ne, ini aku EunMi”
“oppa”serunya dan segera memelukku erat sambil menangis “Oppa, eottohke… aku bingung sampai sekarang”tambahnya sambil terus menangis dalam pelukanku. Aku membelai rambutnya perlahan dan terdiam karna bingung harus berbuat apa.
“Cho MinJung ?”
“ne, ini aku EunMi”
“oppa”serunya dan segera memelukku erat sambil menangis “Oppa, eottohke… aku bingung sampai sekarang”tambahnya sambil terus menangis dalam pelukanku. Aku membelai rambutnya perlahan dan terdiam karna bingung harus berbuat apa.
Aku melihat EunMi yang sudah tertidur dipundakku. Aku memeluk bahunya pelan dan tersenyum kecil. Disatu sisi aku merasa senang sudah bisa bertemu dengannya sebagai sosok oppa yang sangat disayangnya tapi disisi lain aku bingung karna sekarang aku tidak bisa membantu EunMi dalam masalah keluarganya. Dan disisi lain aku juga merasa sedih karna… karna aku datang untuk EunMi sebagai sosok orang lain. Bukan sebagai sosok Cho Kyuhyun.
“Oppa”seru EunMi tiba tiba membuyarkan semua lamunanku “aku tidak mau pulang”
“mwo ? tapi kau tidak boleh begitu”
“aku tidak mau pulang tanpa ada EunHo dirumah”
“EunMi ka nada oppa, oppa akan selalu menemanimu”
“oppa tidak bisa begitu, aku tidak bisa terus online di depan komputerku”
“kau bisa hubungi oppa jika kau butuh bantuan”
“tapi oppa tidak akan datang, oppa selalu sibukkan”
“mwo ? tapi kau tidak boleh begitu”
“aku tidak mau pulang tanpa ada EunHo dirumah”
“EunMi ka nada oppa, oppa akan selalu menemanimu”
“oppa tidak bisa begitu, aku tidak bisa terus online di depan komputerku”
“kau bisa hubungi oppa jika kau butuh bantuan”
“tapi oppa tidak akan datang, oppa selalu sibukkan”
“mulai sekarang aku janji, aku janji akan menjagamu. Ini nomor telefonku, kapanpun kau membutuhkanku. Aku pasti datang”ujarku sambil menggenggam tangan EunMi
“Janji ? oppa sungguh sungguh”
“ne, oppa janji. Oppa yang akan menjagamu mulai sekarang”
“Gomawo Oppa, joengmal gamsahamnida”ujar EunMi dan langsung memelukku perlahan
“Janji ? oppa sungguh sungguh”
“ne, oppa janji. Oppa yang akan menjagamu mulai sekarang”
“Gomawo Oppa, joengmal gamsahamnida”ujar EunMi dan langsung memelukku perlahan
***
Semula kukira semuanya akan berakhir buruk dan benar benar sudah tidak akan menyenangkan lagi. Tapi ternyata tidak, kehidupan baruku sudah dimulai sekarang. Bukan perubahan jam pelajaran, tapi kehidupanku sudah lebih berwarna dengan seorang pria yang selalu mendampingiku. Seorang pria yang kukenal dari dunia maya, sekarang sudah menjadi penutup lubang hatiku. Kehidupan sekolahku sudah sangat sempurna.
Di rumah aku tetap belajar dan selalu membuka buku. Tetapi selama disekolah aku sudah bisa bergaul dengan orang lain. Dan kehidupanku semakin sempurna ketika pulang sekolah, aku selalu mengunjungi adikku di apartement barunya, tidak sendiri. Aku … aku sudah memiliki pacar sekarang. Minjung, Cho Minjung, yang selalu menemaniku kemanapun aku pergi. Dan dia selalu ada kapanpun aku membutuhkannya.
“EunMi”teriak MinRin yang sudah memelukku dari belakang “pacarmu sudah datang tuh”
“benarkah ?”tanyaku sambil melihat kearah pintu gerbang, aku tersenyum melihat sososk MinJung yang menungguku diatas motornya “kemana YoungMin sunbae ? kok kamu belum pulang ?”
“belum dia sedang rapat. Ehm~ kulihat hidupmu mulai berubah semenjak 1 tahun berpacaran dengannya”
“benarkah ?”tanyaku sambil melihat kearah pintu gerbang, aku tersenyum melihat sososk MinJung yang menungguku diatas motornya “kemana YoungMin sunbae ? kok kamu belum pulang ?”
“belum dia sedang rapat. Ehm~ kulihat hidupmu mulai berubah semenjak 1 tahun berpacaran dengannya”
“benarkah ? masa sih”
“pasti berat menyembunyikan hubungan ini dari kedua orang tuamu”
“ne, aku merasa seperti… seperti berbohong pada mereka. Tapi aku sudah memberitahukan hal ini pada EunHo jadi aku tidak terlalu merasa bersalah”
“kelihatan kok, kau tampak lebih cantik belakangan ini”
“ne, aku merasa seperti… seperti berbohong pada mereka. Tapi aku sudah memberitahukan hal ini pada EunHo jadi aku tidak terlalu merasa bersalah”
“kelihatan kok, kau tampak lebih cantik belakangan ini”
“jinjja ? kalau begitu makasih ya sayang”ujarku dan segera berlari keluar kelas menuju gerbang pintu. Minjung terlihat sangat tampan menggunakan blazer putihnya dan topinya. Aku berlari perlahan dan memeluknya. “oppa….”
“EunMi ah, malu dilihat yang lain. EunHo sudah menunggu kita, kaja”ujarnya sambil melepaskan pelukannya dan memberikan helm padaku
“wae… sedikit melepas rindukan tidak apa apa”gerutuku
“kau bisa memelukku saat dijalan kan ? kaja”ejenya membuatku tersenyum malu
“Oppa iseng ih”tambahku dan segera duduk di motornya, Minjung mulai menyalakan motornya dan terdiam terus “wae ? kenapa ga jalan”
“mana peluknya, ntar jatuh”ujarnya menarik tanganku dan segera melingkarkannya dipinggangnya
“ih ya sudah ayo jalan”ujarku dan segera memeluk pinggangnya dengan lembut “oppa…”
“ne”
“gomawo, aku berharap ini tidak akan berakhir”
“ih ya sudah ayo jalan”ujarku dan segera memeluk pinggangnya dengan lembut “oppa…”
“ne”
“gomawo, aku berharap ini tidak akan berakhir”
Setelah berkunjung dirumah EunHo, aku kembali menggandengan tangan MinJung oppa dan bersandar dipundaknya. Aku merasa sedih jika harus berpisah dengannya, setiap pulang dari rumah EunHo aku merasa pertemuanku dan MinJung akan berakhir untuk hari ini juga. Pintu lift terbuka, MinJung memeluk pundakku dan menuntunku masuk kelift.
“tunggu !”ujar seseorang dariluar, aku seperti mengenal suaranya “Leeteuk oppa ?”ujarku sambil menekan tombol untuk membuka pintu lift lagi
“EunMi ! syukurlah, Eunhyuk ah !”teriak Leeteuk sambil melambaikan tangannya pada EunHyuk oppa
“habis mengunjungi adikmu ya”
“ne, oh ya oppa. Kenalkan ini Cho Minjung, pacarku”
“ah Annyeong haseyo”ujar MinJung sedikit gugup membuatku sedikit bingunga
“ne, annyeong haseyo”
“EunMi ! syukurlah, Eunhyuk ah !”teriak Leeteuk sambil melambaikan tangannya pada EunHyuk oppa
“habis mengunjungi adikmu ya”
“ne, oh ya oppa. Kenalkan ini Cho Minjung, pacarku”
“ah Annyeong haseyo”ujar MinJung sedikit gugup membuatku sedikit bingunga
“ne, annyeong haseyo”
***
Aku segera menjalankan motorku menuju lapangan parkir apartemen. Ku buka blazer puitihku dan segera menekan tombol lift yang ada dihadapanku. Sudah 1 tahun lebih aku berpacaran dengan EunMi tapi sampai sekarang aku masih saja menyembunyikan identitas asliku. Sampai kapan aku harus begini belum lagi, aku juga menyimpan semua kebohongan ku dari hyungku. Aku menatap blazer putihku dan tersenyum tipis. Untung pakaian sekolah ini masih ibu simpan, aku jadi tidak kerepotan ketika menyamar.
Ketika sudah mau sampai dilantai 11 aku segera membuka topengku dan menyimpannya didalam tas. Ting~ pintu lift terbuka dan sedikit membuatku kaget. Karna EunHo adik EunMi sudah berada diluar pintu. EunHo masuk kelift dan menekan tombol 12. Seharusnya aku tidak perlu kaget, aku selalu mengantar EunMi menemui adiknya di lantai 12, awalnya aku sempat bingung karna ternyata EunHo dan aku tinggal di satu apartemen. Tapi aku tidak bisa bila harus mengatakan alamat asliku pada EunMi.
“Annyeong”sapanya membuatku menunduk sopan dan tersenyum kecil
“oh EunHo ah, annyeong”
“darimana hyung ?”ujarnya membuat aku sedikit panic dan segera menyembunyikan tas yang kubawa dengan blazer putih yang ada ditanganku
“Aku… aku dari rumah orang tuaku”
“oh EunHo ah, annyeong”
“darimana hyung ?”ujarnya membuat aku sedikit panic dan segera menyembunyikan tas yang kubawa dengan blazer putih yang ada ditanganku
“Aku… aku dari rumah orang tuaku”
“oh~ Leeteuk hyung ada dirumahnya ? aku ingin mengantar lukisan yang dia minta”
“oh mungkin ada. Oh ya EunHo menager kami meminta digambarkan suatu lukisan untuk music video kami selanjutnya. Lebih baik kau menemuinya nanti”ujarku mencoba mengalihkan pembicaraan
“tentu~ ah hyung balzer itu kan ? hyung kenapa membawa blazer sekolah SMA ?”
“nde ?” ayo kyuhyun cari alasan, aku terus tersenyum miris menyembunyikan kegelisahanku “ini sponsor, ne.. ini sponsor aku sangat suka dengan bahannya jadi aku selalu membawanya”
“oh begitu. Hyung tahu ? pacar Noona juga dari sekolah itu. Dia orang yang sangat baik, dan Noona benar benar bahagis bila bersamanya”
“oh begitu. Hyung tahu ? pacar Noona juga dari sekolah itu. Dia orang yang sangat baik, dan Noona benar benar bahagis bila bersamanya”
Omona, bagaimana ini ? ku membaringkan diriku kembali ke tempat tidur. Hari ini aku sudah merasakan sport jantung sebanyak 2 kali, bertemu dengan Eunyuk hyung dan Leeteuk hyung dalam bentuk Cho Minjung dan bertemu EunHo dalam wujud Cho KyuhYun. Aku mengambil sebuah foto dari laci meja. Aku melihat sosok EunMi yang sangat manis tersenyum sambil memegang lollipop dan sebelah tangan lainnya menggandeng lengan seorang pria. Pria yang sangat kukenali. Cho Minjung, nama buatanku. Semua rekayasaku.
Aku memandangi beberapa foto dalam album dan tersenyum miris. Aku senang, tapi disini bukan sosok Cho Kyuhyun yang ada disebelah EunMi. Ini sosok MinJung, bukan wajahku yang sebenarnya. Brak~ tiba tiba pintu terbuka membuatku sedikit terkejut dan langsung memasukan foto foto itu kedalam laci meja.
“Kyuhyun ah, ikut aku”ujar Eunhyuk hyung membuatku menggangguk dan segera keluar dari kamar ku, mudah mudahan bukan berita buruk
“Leeteuk hyung ? Eunhyuk hyung wae ? kenapa ada Leeteuk hyung disini”
“Leeteuk hyung ? Eunhyuk hyung wae ? kenapa ada Leeteuk hyung disini”
“duduk disini, ada yang mau kutanyakan !”ujar Leeteuk hyung
“Wae ?”
“benar kau pacaran dengan EunMi ?”
“Ani… hyung tau kabar itu dari mana ?”
“lalu ini apa ?”Tanya Eunhyuk hyung yang sudah membawa album foto yang kusembunyikan dilaci meja
“itu bukan aku”
“Wae ?”
“benar kau pacaran dengan EunMi ?”
“Ani… hyung tau kabar itu dari mana ?”
“lalu ini apa ?”Tanya Eunhyuk hyung yang sudah membawa album foto yang kusembunyikan dilaci meja
“itu bukan aku”
“kau membual ?”ujar eunhyuk hyung sambil menunjukkan topeng yang kusembunyikan dibawah bantal
“kami bukan mau melarangmu Kyunie ah, magnae seharusnya memberitahukan berita penting ini pada kami”ujar Leeteuk hyung
“nde, tapi aku tidak bisa. Aku … aku berfikir untuk ”
“kami mengerti kok, tidak perlu takut. Kami mengerti”ujar Leeteuk Hyung membuatku sedikit tersenyum “jadi kau sudah sampai mana ? sudah tahap mana ?” Aku terkekeh pelan dan tesenyum malu. Eunhyuk Hyung pun langsung memelukku dari belakang, dan terkekeh pelan. Aku tesenyum malu dan sedikit merasa lega karna bebanku sudah hilang sedikitnya.
“nde, tapi aku tidak bisa. Aku … aku berfikir untuk ”
“kami mengerti kok, tidak perlu takut. Kami mengerti”ujar Leeteuk Hyung membuatku sedikit tersenyum “jadi kau sudah sampai mana ? sudah tahap mana ?” Aku terkekeh pelan dan tesenyum malu. Eunhyuk Hyung pun langsung memelukku dari belakang, dan terkekeh pelan. Aku tesenyum malu dan sedikit merasa lega karna bebanku sudah hilang sedikitnya.
Aku kembali masuk kekamarku dan segera mengambil tas sandangku. Aku segera beranjak dari kamar dan mengikuti kedua hyungku yang sudah berjalan di depannya. Leeteuk hyung menekan tombol lift dan pintu lift langsung terbuka, terlihat sosok EunMi disana. Memang ini sudah sering terjadi, Eunho adik EunMi tinggal di kamar di lantai 12.
Karna hal ini pula aku tidak pernah mengantar EunMi jika pagi ataupun siang seperti ini, terutama saat hari libur.
“EunMi annyeong, mengunjungi adik lagi ?”
“ne, bulan depan aku sudah mulai masuk kuliah. Jadi kemungkinan aku akan pindah ke apartemen ini. Mohon bantuan kalian oppa”
“mwo ? pindah ?”tanyaku kaget
“ne, wae ? Kampusku lebih dekat dari sini daripada dirumah”
“oh… ne baguslah kalau begitu. Kita bisa jadi tetangga ya ?”
“tentu. Mohon bantuannya ya oppa”
“ne, bulan depan aku sudah mulai masuk kuliah. Jadi kemungkinan aku akan pindah ke apartemen ini. Mohon bantuan kalian oppa”
“mwo ? pindah ?”tanyaku kaget
“ne, wae ? Kampusku lebih dekat dari sini daripada dirumah”
“oh… ne baguslah kalau begitu. Kita bisa jadi tetangga ya ?”
“tentu. Mohon bantuannya ya oppa”
EunMi tinggal diapartement ini ? ah~ eottohke, apa yang harus kulakukan ? ini akan mempersulit ruangku untuk melakukan penyamaran. Aku bersandar diujung ruang lift dan menatap EunMi yang sedang asik mengobrol dengan Leeteuk hyung dan Eunhyuk hyung.
“Ah~ Kyuhyun oppa , wae ? sedang sakit ?”
“Nde? Aku sedang tidak enak badan maaf ya”
“Ani… gwenchana. Ehm~ parfum oppa”
“ha ? wae ? wanginya tidak enak ?”
“ani… jangan diganti, aku suka wangi ini sangat suka. Sama dengan wangi kekasihku”
“Be..benarkah ?”
“ne, aku sangat menyukai wanginya. kebetulan sekali ya parfum kalian sama”
“ne, ke..kebetulan”ujarku gugup dan langsung mengalihkan pandanganku
“Nde? Aku sedang tidak enak badan maaf ya”
“Ani… gwenchana. Ehm~ parfum oppa”
“ha ? wae ? wanginya tidak enak ?”
“ani… jangan diganti, aku suka wangi ini sangat suka. Sama dengan wangi kekasihku”
“Be..benarkah ?”
“ne, aku sangat menyukai wanginya. kebetulan sekali ya parfum kalian sama”
“ne, ke..kebetulan”ujarku gugup dan langsung mengalihkan pandanganku
***
Aku memeluk beberapa buku tebal didepan dadaku dan segera mengambil tasku. Aku melemparkan tas dan bukuku disofa dan segera kembali kedapur. Aku membuat bimbap dan membuat sarapan untuk EunHo, sudah 3 bulan aku tinggal diapartemen EunHo semenjak masuk kuliah. Aku bersyukur karna bisa berkumpul dengan adikku lagi, sekarang EunHo sudah kelas 3 SMA, dan aku tetap sering membuatkan bekal untuknya. Aku menyusun bimbap di kotak makan EunHo dan meletakkannya di meja makan bersama semua sarapan. Aku mengambil sepotong bimbap dan kimchi dan segera memasukkannya kedalam mulut. Aku mengambil seluruh buku dan tasku disofa dan segera meninggalkan rumah.
Aku berlari dari pintu lift dan keluar dari lobby dorm. Aku melewati pagar dengan cepat. Aku melirik kekanan dan kiri dan memakukan pandanganku pada pria dengan jaket putih dan celana jeans didampingi motor hijaunya sudah berdiri didekar gerbang. Aku berlari cepat dan memeluk pria itu.
“Pagi”ujarnya dan mengecup keningku
“Pagi oppa, maaf ya merepotkanmu pagi pagi begini”
“Gwenchana ibu dokter”
“Oppa… cukup mengejekku”gerutuku sambil mencibit tangannya “oppa ada da…”
“Gwenchana, ayo dari pada kamu terlambat.” Ujarnya cepat sambil menahan tanganku yang hendak mengambil daun yang menempel dipipinya
“Pagi”ujarnya dan mengecup keningku
“Pagi oppa, maaf ya merepotkanmu pagi pagi begini”
“Gwenchana ibu dokter”
“Oppa… cukup mengejekku”gerutuku sambil mencibit tangannya “oppa ada da…”
“Gwenchana, ayo dari pada kamu terlambat.” Ujarnya cepat sambil menahan tanganku yang hendak mengambil daun yang menempel dipipinya
Aku berjalan cepat keluar dari kelas dan mengambil beberapa buku dilokerku. Aku berjalan sedikit cepat dan duduk disebuah bangku taman, dengan pohon yang rindang dan udara yang sangat sejuk. Aku duduk disana dan membuka buku tebalku kembali untuk mengulang pelajaranku yang lalu.
“EunMi!”teriak seseorang dari belakang, aku menoleh dan melambaikan tangan pada MinRin yang sedang berlari kearahku “Bagaimana ? hari yang menyenangkan ?”
“Ya begitulah, sepertinya kau sedang senang hari ini”
“nde, tadi YoungMin oppa mencium pipiku”ujarnya malu membuat lesung pipinya merekah “kenapa kau diam”
“ne ? ani… anio, gwenchana hanya melamun”
“Apa MinJung tak pernah menciummu ?”
“MinRin~ah, wae ? kenapa bertanya hal yang memalukan seperti itu”
“Sudah hampir 3 tahun kalian pacarankan ? masa dia tidak pernah menciummu ?”
“MinRin sudah ah, jangan membuatku risih begini”
“Mianhae mianhae, joengmal mianhae. Jangan marah ya”
Selama kami pacaran aku belum pernah menyentuh pipinya yang terlihat halus itu. Dia selalu saja menghalangiku menyentuh bagian wajahnya, setiap kali ku tanya. Alasannya selalu malu. Apalagi menciumku, jangankan bibir ini, kening atau pun pipi saja tidak pernah. Aku menggelengkan kepalaku kuat kuat dan segera berlari menuju pintu gerbang pasti Cho MinJung sudah menjemputku.
“hai sayang !”ujarnya sambil mengulurkan setangkai bunga mawar putih kesukaanku
“ada apa ? tumben memberiku bunga ?”
“memangnya kenapa ? wajarkan kalau aku memberimu bunga, untuk pacarku sendiri”
“ne, arasso. Oppa boleh aku bertanya ?”
“apa ?”
“kenapa oppa tidak pernah menciumku ?”
“nde ? kau… kau bicara apa sih ?”
“ani.. lupakan saja lupakan”ujarku dan segera naik keatas motor “kaja, aku lapar”
***
Aku membuka laci mejaku lagi dan mengambil beberapa foto yang ada disana. Aku melihatnya satu persatu dan mengalihkan pandanganku pada kalender yang ada dihadapanku. Lusa aku dan EunMi genap sudah 3 tahun berpacaran. Aku senang bisa seserius ini dalam berpacaran. Aku menutup mataku dan berfikir sejenak, kami aku sudah hampir 3 tahun membohongi EunMi, wanita yang sangat ku cintai.
Aku memasukan semua foto itu kelaci dan bersandar ditempat tidurku, aku lelah hari ini benar benar melelahkan pikirku dalam hati. Aku membaringkan tubuhku dan membaca pesan yang baru tiba dihandphone ku. Aku harus kembali bekerja, aku memaksa tubuhku untuk beranjak dari tempat tidur dan kembali membuka pintu kamarku
“hyung, sudah datang”sapaku pada sosok Heechul hyung yang sudah bersandar disofa
“ne, tadi aku bertemu EunMi. Apa kau belum memberitahuhal yang sebenarnya ?”
“Belm hyung, aku .. aku masih beum bisa”
“ini sudah kelewatan, sepertinya dia sudah benar benar menyayangimu. Tapi bukan sosokmu, melainkan sosok orang lain Kyunie ah”
“arasso. Arasso hyung, aku sudah tahu itu. Maaf aku pergi dulu”
Aku mengambil tasku dan segera keluar dari rumah dan berjalan menuju pintu lift. Aku bukannya tidak mau memberitahukan hal yang sebenarnya pada EunMi, tapi aku takut. Justru aku takut kehilangan EunMi bagaimana pun… aku… aku sudah membohonginya selama ini. Benar benar sudah membohonginya.
***
Aku memarkirkan mobilku dan segera keluar dari sana. Aku terpaku pada sosok Kyuhyun oppa yang baru keluar dari lift. Aku tersenyum kecil dan beranjak untuk menyapanya. Tapi aku mengurungkan niatku, aku melihat Kyuhyun oppa bukan menaiki mobilnya. Tapi menuju sebuah motor yang sudah tidak asing bagiku
Motor… itu motor MinJung oppa, iya aku yakin itu. Kyuhyun juga terlihat memakai jaket yang pernah ku berikan pada MinJung oppa. Aku yakin, karna jaket itu memiliki tanda khusus di lengannya. Jangan jangan,. Aku menggelengkan kepalaku dan segera bersembunyi dibalik mobil saat Kyuhyun oppa lewat dengan motor hijaunya.
Aku mengepal kedua tanganku dan memutuskan untuk mencari tahu hal yang sebenarnya. Aku beranjak meninggalkan lift ketika pintu lift terbuka di lantai 11. Aku menekan bel dan menunggu hingga seseorang membukakan pintu.
“EunMi ? wae ?”
“ah Eunhyuk oppa, ani… aku hanya ingin berkunjung”
“yang lain sedang ke lantai 12 mungkin sebentar lagi pulang, aku mau ke bawah sebentar. Masuklah dulu aku panggil mengambil titipan barang dulu dibawah”
“ne.. arasso”
Aku melihat Eunhyuk oppa yang sedkit berlari ke depan pintu lift, aku mengambil keputusan untuk membuktikan kesimpulanku tadi. Aku beranjak masuk dan melihat kesekeliling sebentar. Itu… pasti itu kamar Kyuhyun oppa. Aku beranjak berdiri didpan pintu dan terdiam sejenak, Kyuhyun oppa pasti marah padaku jika tahu aku melakukan ini. Aku mengurungkan niatku dan menghela nafas pelan. Tapi … aku harus melakukannya, joengmal mianhae oppa.
Aku membuka pintu kamar dan langsung menyalakan lampu. Aku segera beranjak menuju bagian kamar milik Kyuhyun oppa. Aku menghela nafas sebentar dan duduk dikasur putih miliknya. Apa yang sudah ku perbuat. Aku terlalu berfikiran negative untuk ini. Aku merasakan sesuatu yang menyentuh tanganku, aku menarik bantal dan menemukan topeng kulit disana. Un..untuk apa ini ? apa mungkin….
Aku segera membuka laci laci meja milik Kyuhyun oppa untuk lebih meyakinkanku. Aku menemukan sebuah jam tangan yang pernah ku berikan untuk MinJung, aku kembali mencari dan tiba tiba Brak~ , aku berbalik karna sadar aku sudah menjatuhkan sesuatu. Aku terpaku melihat sebuah foto album yang terbuka dihalaman tengah. Aku merasa kakiku mulai lemah hingga aku tersungkur dilantai.
Ini aku… ini fotoku dan MinJung. Aku membolak balik halaman album foto itu, kenapa… kenapa dia membohongiku, selama ini dia sudah membodohiku… tidak ini tidak mungkin, ini pasti mimp buruk, tiba tiba aku baru menyadari setetes demi setetes air mata sudah membasahi foto album itu dan mulai membasahi pipiku

Tidak ada komentar:
Posting Komentar