#Part 03#
Mi Yeon PoV
Kutatap layar ponselku perlahan dan kembali memasukkan ponselku ke dalam saku kantong. Membayangkan wajahnya saja, aku hampir ketakukan. Langit mulai memerah, sebentar lagi gelap. Udara juga semakin dingin saja. Kuraparkan mantelku dan menutup tubuhku dengan sempurna
Aku merogoh kedalam tas dan mengambil sebuah cermin. Wajahku masih sama, lipstikku juga belum hilang. Tapi kenapa rasanya aku menggigil ya. Ini dingin sekali. Aku menyutup mulutku dan terbatuk sebentar. Mataku terbuka sempurna saat melihat darah mengalir ditelapak tanganku.
Ku tolehkan pandanganku ke segala arah, aku... Aku tidak boleh diam disini. Kakiku mulai melangkah cepat menuju kran air yang ada di taman itu. Dengan cepat kubersihkan noda darah itu. Tiba tiba sesuatu hangat menyentuh pipiku. Sontak, aku langsung menjauh dan bersikap canggung
"Hei. Kenapa ? Ini ku belikan hot chocolate"ujar Eunhyuk oppa sambil tersenyum didepanku
"Anio, ahm gomawo. Oppa sudah lama berdiri disitu ?"
"Tidak, baru saja. Aku tidak tahu udara akan sedingin ini. Sepertinya aku salah mengajakmu jalan jalan hari ini. Kau pasti kedinginan"ujarnya
"Anio... Gwenchana.."
"Omo tanganmu. Aigooo~ sampai sedingin ini"ujarnyayang tiba tiba menggenggam tanganku, ini membuatku tersipu malu
"Gwencha-"
ucapanku terhenti saat ia melepaskan sarung tangannya dan memakaikannya di tangan sebelah kiriku. Ia juga melepaskan syal tipis yang ada didalam syal tebalnya dan melekatkannya di leherku. Tiba tiba ia mengusap tangannya dan menggandeng tangan kananku dengan tangan kirinya. Lalu iya memasukkan genggamannya kedalam saku mantelnya
"Lumayan hangat kan ? Kalau begini tidak apa apa dong. Ayo jalan, kita kemana ya ?"Tanyanya sambil terus berjalan menyusuri trotoar yang sudah dipenuhi pejalan kaki
"Oppa apa tidak apa seperti ini didepan umum ?"
"Ha ? Tentu saja tidak apa apa. Aku punya cerita lucu untukmu"
"Apa ?"
"Super Junior mempunyai banyak member kan ? Nah~ kalau aku hanya berjalan jalan sendirian tanpa mereka, tidak akan ada yang mengenaliku"
"Benarkah ! Bohong"ujarku tak percaya
"Aku tidak bohong, lihatlah dari tadi tidak ada yang mengenalikukan ?"Tanyanya membuatku mengangguk dan setuju
"Kenapa oppa tidak mengikuti saran... Ahm siapa itu namanya, yang menyuruh oppa memakai nametag"
"Aigooo~ itu kekanak kanakan sekali Mi Yeonie"
"Tapi itu ide yang cukup bagus"
"Memang, tapi itu tidak mungkin kan. Ahm chakeman, kita kesana yuk. Makan kue~"ujarnya sambil berlari kecil menuju sebuah cafe kue kecil
Aku melihat daftar menu yang sangat lucu. Ini sepertinya enak. Cheese cake dengan choco melting didalamnya. Daebak, aku menunjukkan pesananku pada penjaga toko dan memesan hot tea untuk minumannya. Hyukkie oppa memintaku untuk duduk terlebih dahulu. Aku menunggu di bangku sambil menunggu kedatangannya
"Ayoo makan~"serunya dan langsung melahap strawberry special cake kesukaannya "daebak~"
"Iya... Ku ini juga enak. Chocolate nyat tidak pahit"pujiku yang merasa takjub dengan rasa yang ada dimulutku
"Mi Yeonie, ketara banget masih kecil. Makannya berantakan"ujarnya sambil mengelus sudut bibirku yang sepertinya berselimut dengan coklat
"Ma..maaf"
"Tidak apa kok, itu manis dan lucu kok"ujarnya dan menjilat bekas coklat yang sudah berpindah ke jarinya. Itu membuatku menunduk karna malu
"Chakeman, Mi Yeonie. Kau pakai lipstik ? anak sma boleh pakai lipstik ?"
"Ha ? Ini... Anio, ini agar bibirku tidak kering saja. Makanya pakai lipstik. Anio, maksudku pakai lipblam"
"Oh ya sebelumnya, boleh aku tahu kenapa kau bisa pingsan diapartemenku saat itu ?"
"Ah... Itu, itu karna aku kecapean dan udara juga sedang tidak menentukan. Jadi anemiaku sering kambuh"
"Jinjja hanya itu saja ?"Tanyanya semakin membuatku tidak tenang dan gugup
"Ya, hanya itu. Oh ya oppa, apa kita bisa nonton film ? Ada film yg ingin ku tonton"
"Tentu saja, kaja"jawabnya dan langsung mengulurkan tangannya padaku. Aku tersenyum dan menggandeng tangannya. Untuk sementara aku aman, pikirku.
Hari sudah semakin malam, aku mengeratkan mantel yang ku pakai dan semakin mendekat pada pria yang berdiri disebelahku. Kepalaku benar benar pusing. Sepertinya aku terlalu lelah hari ini. EunHyuk oppa menghentikan taksi dan membukakan pintu untukku. Kurogoh sakuku dan mengambil sebuah lipstik. Bibirku pasti sudah pucat
Eunhyuk oppa terus bercerita membuatku terus tersenyum, disela ceritanya aku mengalihkan pandanganku dan memakai lipstik itu dengan cepat. Tiba tiba Eunhyuk oppa menggenggam tanganku,ia menolehkan wajahku padanya perlahan. Tangannya yang lembut dan hangat menyentuh pipiku dan membelai sudutku perlahan
”kenapa diam diam memakai lipstik ?”tanyanya membuatku sedikit gugup. Eottohke, aku harus menjawab apa
”aku...”
”jadi berantakan begini kan ?”ujarnya ”matamu sayu sekali, kau terlihat pucat. Pasti kau kecapean ya”
”Anio... gwenchana. Aku senang hari ini joengmal”
”oh iya, sebelumnya aku ingin memberikan ini padamu”seruya tiba tiba sambil mengeluarkan sebuah kertas dari saku mantelnya
”ini ? apa ?”
”agency kami sedang mencari model, bagaimana kalau kau ikut saja ? tidak salahkan coba coba ?”
”oppa aku-”
”mencobakan tidak ada salahnya ? ini impianmu. Aku yakin kau bisa mencapainya, yakan ? apa aku salah ?”
"Hemm~ rasanya ada yang aneh" tanyaku membuatnya menoleh dan mengeratkan genggaman tangannya
"Apa ?"
"Kenapa oppa begitu baik padaku ? Oppa belum mengenalku terlalu lama. Tapi oppa sudah begitu baik memperlakukanku"
"Ahm~ ne, lalu ? Kau takut kupermainkan ?"
"Bu..bukan begitu. Hanya saja, aku tidak cantik, tidak kaya, tidak sempurna, tidak seperti layaknya orang orang yang berada disekitar oppa"
"Aku sudah merasakan itu semua, karna aku sudah memilikinya. Tapi aku belum punya apa yang ada padamu. Makanya aku ingin membagi semua punyaku bersamamu"
Jantungku berdegup kencang saat Eunhyuk oppa menatap kedua mataku dan mengatakan hal itu. Aku bingung untuk percaya atau tidak. Aku sangat senang hari ini, ditambah dengan kata kata itu membuatku seolah melayang karna senang. Kurasakan genggaman tangannya yang kuat menggenggam tanganku. Aku benar benar nyaman berada disampingnya.
***
Kunyalakan lampu kamarku dan melihat kearah cermin yang ada di pojokkan kamarku. Ya terlihat bagus sekali, aku sudah benar benar tampak pucat sekarang. Aku menguap sebentar dan berbaring ditempat tidur. Lelah sekali, tapi aku senang sekali. Aku bersandar perlahan dan memakan obat yang sudah tersedia di meja
Tiba tiba ponselku berdering. Pasti Ji Rin, omo~ dia pasti marah jika tahu aku.... Aigooo~ aku tidak berani mengangkat telfon. Sudahlah, lebih baik tidak usah kuangkat. Maafkan aku Ji Rin ah. Aku berjalan perlahan menuju kamar mandi. Hari ini benar benar melelahkan tapi sangat menyenangkan.
Piyama pink sudah rapi melekat dibadanku. Aku tersenyum dan tertawa mengingat setiap kejadian tadi. Eunhyuk oppa sangat sangat baik padaku, dia bukan seperti seorang selebritis untukku. Dia benar benar memperlakukanku seperti sesuatu yang sangat berharga. Senyumanku selalu merekah hari ini.
Kutolehkan pandanganku kearah formulir putih yang terletak diatas meja belajarku. Aku sudah kelas 2 SMA, sebentar lagi akan naik kelas 3. jatah liburanku juga masih banyak, apalagi aku ini kelas seni. Pasti bisa...aku bisa saja mengikuti audisi ini. Ku ulurkan tanganku dan mengambil pulpen yang tak jauh dari jangkauanku. Apa aku bisa melakukan ini ? apa aku bisa ?
Tanganku gemetar sekarang. Aku meletakkan pulpen itu lagi dan menunduk pelan. Tanganku mengepal kuat di pangkuanku. Aku tidak mengerti. Kepercayaan diriku punah semenjak aku tahu tentang penyakit yang ada ditubuhku ini. Aku harus meyadari hal itu. Aku harus berhenti berharap yang bukan bukan. Impianku hanya ingin menjalani hidup yang menyenangkan selama akhir waktuku ini
Laci meja sudah terbuka lebar. Kulemparkan formulir itu dan langsung menutupnya. Kubaringkan diriku lagi dan menghela nafas panjang. Aku hanya berharap hal yang terbaik di akhir hidupku ini. Hanya itu. Tidak ada yang lain, hanya itu permohonanku di akhir hidupku.
***
Udara pagi mulai menyapaku, mataku terbuka perlahan melihat mobil yang sudah berhenti tepat didepan gerbang sekolah. Aku keluar dari mobil dan berjalan menuju kelas. Hari ini aku merasa tidak enak, Ji Rin pasti akan marah sekali padaku. Aku harus bagaimana kalau bertemu dengannya.
Langkahku berhenti saat melihat sepatu hitam yang sudah terletak didepanku, aku menoleh perlahan hingga pandanganku lurus kedepan dan melihat sosok Ji Rin yang sudah melipat kedua tangannya didepan dada. Aduh... Apa.. Apa yang harus ku lakukan sekarang. Gee, kenapa harus bertemu disaat seperti ini
"Yak ! Kau kemana ?"Serunya sambil menahanku dengan cara menarik ranselku "kau mau menghindar ha ?"
"Oh Ji Rin ah, apa kabar ? Apa ? Menghindar ? Tidak kok, aku hanya sedang buru buru saja"
"Kenapa telfonku tidak diangkat tadi malam ?"
"Aku .... Aku ahm ... Aku ketiduran"jawabku sedikit ragu, mudah mudahan dia percaya
"Kau... Bodoh, kau membuatku cemas tadi malam"ujarnya dan langsung memelukku
"Ji.. Ji Rin ah mianhae"
"Jangan lakukan itu lagi, arasso !"
Tangannya gemetar, kurasakan tubuhnya yang dingin. Nafasnya tak beraturan juga. Kuulurkan tanganku dan membalas pelukannya. Mianhae Ji Rin ah, aku sudah bohong padamu. Terima kasih karna sudah mengkhawatirkan dan memperhatikanku sampai sekarang. Gomawo
Ji Rin meletakkan semua makanannya diatas meja. Aku mengambil sup ayam dan nasi putih yang baru dibawakan Ji Rin di nampannya. Ia mencampur nasi dan beberapa lauk kemudian memakannya. Sarapan yang sangat enak, supnya lebih enak dari hari biasanya. Aku menoleh kearah Ji Rin yang masih melahap makanannya
Sepertinya enak sekali, aku bahkan tidak bisa merasakan sup ini lagi. Rasanya semua makanan yang masuk ketubuhku tidak ada gunanya sama sekali. Berbeda dengan Ji Rin. Dia gadis yang sehat, tubunya yang bagus. Kulitnya yang terlihat mulus tapi tetap terlihat sehat. Bibirnya yang merah, itu membuatku iri
"Wae ? Tidak enak ? Kenapa melihatku seperti itu ?" Tanyanya membuatku tersenyum dan menggeleng pelan
"Anio... Hanya sedang berfikir saja"
"Tentang ? Oh... Ya pasti tentang Eunhyuk sshi kan ?"
"Wae ? Kenapa kau berfikir seperti itu ? Apa aku terlihat-"
"Apa lagi yang kau fikirkan selain itu ha ? Aku sudah melihat wajahmu yang semakin merona jika memikirkan dia"
"Ah.. Ji Rin sudah ah"
"Memang apa yang dia lakukan ? Apa kemarin dia macam macam padamu ha ? Biar kupukul dia"
"Anioo.. Ahm Ji Rin, kira kira jika dia memuji masakanku apa dia menyukaiku ?"
"Mungkin 10%"
"Ka..kalau dia mengantarku pulang ?"
"Hei itu sudah kewajibannya. Tapi mungkin bertambah 5%"
"Laluu... Jika dia mentraktirku makan kue, nonton dan main di game center ?"
"60% ?"
”kalau dia memintaku untuk menraktirnya lain waktu dan menyuruhku menggapai mimpiku ?”
”mungkin 85%, dia ingin terus bertemu denganmu. Mungkin ?”
"Dan kalau dia mencium pipiku ?"
"95%-" brak~ kurasakan kerasnya lantai yang sudah menyambutku, kepalakupun terbentur dengan meja "yak~ Mi Yeon ah. Wae ? Kenapa kau bisa jatuh"
"95% ? Jinjja ? Eottohke Ji Rin ah"
"Wae ?? Wajahmu merah sekali. Kau baik baik saja kan ? Mi Yeon ah ? Gwenchana" tanyanya sambil membantuku duduk di kursi
***
Seharian ini kepalaku tidak bisa berfikiran dengan jernih. Pikiranku dipenuhi kata kata Ji Rin tadi. Hemm, bagaimana ini jantungku berdegup sangat kencang. Kuhentikan langkahku dan duduk didapur. Besok valentine, aku ingin memberikan sesuatu untuk Eunhyuk oppa. Bagaimanapun dia orang yang sangat spesial untukku.
Aku tersenyum kecil dan langsung memakai celemekku. Aku langsung mengeluarkan semua bahan bahan dan mulai membuat coklat. Sudah lama rasanya tidak seantusias ini. Benarkah dia benar benar menyukaiku. Ji Rin benar, dia begitu baik padaku. Bahkan oppa sendiri secara tidak langsung bilang ingin membagi kehidupannya denganku
Apa ini lebih dari fan service, atau oppa melakukannya pada semua perempuan ? Anio... Aku tidak boleh berfikir yang tidak tidak. Oppa tidak mungkin mempermainkanku. Anio... Argh aku ini berfikir apa sih. Kenapa aku jadi aneh seperti ini. Tiba tiba kurasakan sesuatu menekan kepalaku.
Sakit sekali~ aku langsung mengambil kursi dan duduk perlahan sambil terus menyelesaikan hadiahku untuk Eunhyuk oppa. Aku tidak boleh terlalu banyak berfikir itu membuatku sakit. Tapi entah mengapa berada didekat Eunhyuk oppa membuatku melupakan semua penyakitku
Aku merasa sangat tenang, nyaman, tidak ada perasaan takut sedikipun. Apalagi, saat ia menggenggam tanganku kemarin. Aku merasa ada sosok yang setia untuk melindungiku. Ku hentikan gerakan tanganku sambil tersenyum. Apa yang sudah ku buat ini ? Ini benar benar keinginanku
Miniatur taman bermain lengkap dengan bianglala dan komedi putar, serta sosok pria dan wanita di tengahnya. Ini miniatur coklat yang paling sulit yang pernah ku buat. Aku tersenyum kecil dan menghias miniatur coklatku dengan kotak berwarna hitam lengkap dengan silver ribbon diatasnya. Semoga oppa menyukainya.
***
Ku buka mataku perlahan dan melihat matahari yang sudah menyinari kamarku. Aku menghela nafas sebentar dan melihat kearah kalender. Terlihat angka 14 yang dilingkari dengan bentuk hati. Happy valentine, teriakku dalam hati sambil tersenyum kecil. Aku segera berjalan menuju kamar mandi dan bersiap siap kesekolah.
Apa ini akan jadi hari terakhirku ? Apa ini valentine terakhir untukku ? Apa tahun depan aku bisa merasakan valentine lagi ? Berbagai pertanyaan sudah menunggu di kepalaku. Kutatap wajahku di cermin, apa Mi Yeon yang sudah semakin lemah ini bisa merasakan keajaiban di hari valentine ?
Suasana disekolah tetap seperti biasanya. Hanya saja lebih ramai dari biasanya. Aku menghela nafas perlahan dan membuka loker sepatuku. Setelah itu aku berjalan perlahan menuju kelas. Aku tersenyum kecil melihat beberapa orang yang sudah membawa coklat ditangan mereka
Walaupun terlihat seperti biasanya. Tapi aura kasih sayang begitu terasa disekitarku. Ku letakkan tasku diatas meja dan merogoh laci meja. Apa ini ? Aku mengeluarkan sesuatu yang ada dilaci mejaku. Hah ? Kotak coklat ? Untukku ? Aku terkekeh pelan dan langsung berjalan menuju loker buku yang ada di kelas
Baru membuka pintu loker, tiba tiba beberapa kotak coklat berjatuhan dari dalam. Omooo~ ini banyak sekali, siapa yang memberikannya ? Kuulurkan tanganku dan segera memungut semua coklat coklat yang berjatuhan di lantai. Ini dari siapa ? Apa ada yang salah kirim ? Apa ini benar buatku ?
”Yoo~ selamat pagi Mi Yeon ah”teriak seseorang dari belakang ”happy valentine baby”
”Ji Rin ? wae... lihat di lokerku banyak sekali orang orang yang salah kirim”
”mwo ? salah kirim ?”tanyanya dan mengambil salah satu coklat dari dalam lokerku ”ini memang untukmu kok, lihat ini ada namanya”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar