Powered By Blogger

Rabu, 03 Agustus 2011

My Life Time [Part 2]


#Part 02#

EunHyuk PoV

Kakiku terasa letih sekarang. Ternyata tempat tinggal perempuan itu jauh juga dari taman tadi. Aku menghela nafas sebentar dan duduk disebuah bangku kecil yang ada ditengah jalan. Heeem~ bagaimana bisa aku berjalan sejauh ini dengan keadaan yang benar benar tidak sehat.

Tiba tiba ku dengar alunan musik ditelingaku. Ini bukan musik, tapi ini nyanyian. Dan lagu yang dinyanyikan, sepertinya aku mengenalnya. Anio, bukan sepertinya. Tapi aku benar benar mengenalnya. Karna ini lagu Super Junior. Aku berbalik perlahan dan melihat sebuah tembok yang tidak terlalu tinggi

Kunaiki bangku tadi, dan melihat kearah suara itu berasal. Oh binggo~ itu gadis tadi. Aku tidak yakin dia mengetahui Suju, mengenaliku saja tidak. Ku panjat tembok itu dan langsung menghampiri gadis yang duduk di ayunan taman rumahnya.


"Agashi, annyong"sapaku membuatnya berbalik dan sedikit menjauh dariku

"A...ajusshi"

"Ahm~ mianhae, tapi kau tidak keberatankan kalau kau berhenti memanggilku ajusshi ? Aku belum setua itu"

"Ah, mianhae"

"Gwenchana, ah iya tadi itu lagu Super Junior kan ? Kau suka Super Junior ?"

"Ahm, ne. Wae ? Ada masalah dengan itu"

"Jinjja ? Kau tau semua personilnya ?"

"Ahm tidak semua, tapi aku paling suka dengan Eunhyuk oppa"ujarnya membuatku sedikit tersenyum

"Memangnya kenapa ? Oh ya ajusshi kenapa datang kerumahku ?"

"Aigo~ ajusshi lagi. Apa kau tidak mengenaliku ?"Tanyaku sambil membuka topi

"A...anio"

"Bagaimana kau bisa menyukai eunhyuk sshi jika kau tidak mengenalinya agashi?"Gerutuku dengan nada mengejek

"Mwo ? Aku tidak mengerti"

"Biar kuperkenalkan diriku, aku Lee Hyuk Jae. "

"Lee... Lee Hyuk Jae ? Kau... Namamu sama seperti Eunhyuk super junior"

"Aigooo~ agasshi. Aku memang dia, dan dia adalah aku. Apa wajahku berubah berubah ?"

"A..anio, hanya saja kau terlihat lebih...lebih bersih"ujarnya

Sesaat itu tawaku langsung meledak. Aku tidak tahu kenapa, entahlah. Gadis ini terlalu polos apa dia hanya berpura pura saja. Tawaku terhenti, kulihat wajahnya yang memerah sambil tersenyum kecil dihadapanku. Wajahnya memang manis. Ku rogoh sakuku dan memberikan buku miliknya

"Ini punyamu kan ? Tertinggal dirumahku"

"Omo~ terima kasih. Ahm~ maaf, tapi apa kau membacanya ?"Tanya gadis itu yang sedikit terlihat gugup

"Ani..anio, tenang saja. Aku hanya melihat halaman depannya untuk mencari alamatmu ini"

"Ne, baguslah kalau begitu. Oh ya masuk dulu, kelihatannya kau sangat lelah"

"Ah ne, gomawo. Aku memang butuh istirahat sebentar saja"

***

Mi Yeon PoV

Wangi teh mulai menyapa hidungku. Aku menuangkan minuman itu kedua cangkir yang ada dihadapanku. Heeem~ bagus ini wangi sekali. Aku tersenyum kecil dan menaruh beberapa kue kering dan potongan kue kue di piring. Siapa sangka, idolaku datang berkunjung kerumahku sendiri

Air mulai mengalir dari kran yang baru ku nyalakan. Kubasuh kedua tanganku perlahan. Omo~ tiba tiba kepalaku pusing lagi, kubuka mataku perlahan dan melihat air berwarna merah sudah tertampung di westafel. Aku langsung menghapus darah yang keluar dari hidungku dan membersihkannya

Aku tidak boleh terlihat sakit sekarang, dengan cepat ku basuh tanganku dan membersihkan bercak darah yang ada diwestafel. Wajahku tampak sangat pucat sekarang, kurogoh saku rokku dan mengambil sebuah lipstik. Kupoles lipstik itu dibibir, aku tersenyum kecil dan melihat kecermin. Bagus wajahku kembali.

Kulangkahkan kakiku perlahan menuju teras belakang. Semoga dia menyukai apa yang sudah ku hidangkan. Angin luar mulai menyapaku, aku tersenyum kecil melihat seorang pria yang sudah berbaring di teras luar. Kasian sekali dia, dia pasti sangat lelah. Kuletakkan cangkir teh dan kue ini diatas meja.

Setelah itu, aku segera mengambil bantal dan selimut. Angin diluar masih sangat dingin. Tidak enak juga untuk membangunkannya. Setelah memberikan bantal dan selimut, kurebahkan tubuhku di dinding. Aku pusing sekali. Sepertinya aku anemia lagi. Bibirku pasti sangat pucat jika tidak pakai lipstik. Aduh bagaimana ini ?

Tanganku terasa dingin sekali. Eomma cepatlah pulang, aku takut terjadi apa apa eomma, ringisku dalan hati. Tiba tiba sesuatu yang hangat menggenggam tanganku. Kubuka mataku perlahan dan melihat tangan pria itu sudah menggenggam tanganku. Suhu tubuhku perlahan naik satu derajat.

Hangat. Walau hanya digenggam seperti ini, tubuhku terasa hangat sekali. Gemetar pada tubuhku terhenti. Aku merasa tidak ketakutan lagi sekarang. Aku tersenyum kecil dan bersandar didinding. Terima kasih. Pria ini berhasil menghilangkan rasa takutku, aku merasa nyaman disebelahnya. Perlahan mataku tertutup sempurna

Seberkas cahaya mulai menyilaukan mataku. Tubuhku bergerak perlahan dan mulai membuka mataku perlahan. Tubuhku hangat sekali. Ini dimana ? Aku beranjak berdiri dan melihat sosok pria yang sudah duduk didepan meja sambil menikmati teh dan kue. Dia sudah bangun, pikirku. Dan aku ? Kenapa bisa tertidur didalam

"Oh agashi, kau sudah bangun ?"Ujar pria itu

"Ne, apa ajusshi yang membaringkanku disini ?"

"Ash jinjja, agashi. Ajusshi lagi ? Aku belum setua itu"gerutunya membuatku menunduk karna malu

"Ah mianhae. Aku tidak tahu harus memanggilmu apa"

"Aku Lee Hyuk Jae. Kau bisa memanggilku dengan embel embel oppa. Gwenchana"

"H..Hyuk Jae oppa"

"Nah bisa kan ? Itu lebih baik dari ajusshi"ujarnya sambil tertawa

"Ne. Jadi, apa oppa yang membaringkanku disini ?"

"Ya, maaf ya. Aku jadi banyak merepotkanmu. Ini semua penghargaanmu ?”

”ne, tapi itu saat usiaku masih 8 tahun”

”kau suka modelling ? kenapa tidak mencoba casting dibeberapa agency ?”

”a..aku...aku tidak sepercaya diri itu. Aku tidak cantik dan juga aku tidak-”

”kurasa itu bukan alasan yang bagus, kulihat kau ingin sekali menjadi model. Kau harus meraih mimpimu”

”ya..tapi aku tidak bisa me..melakukan hal itu”ujarku perlahan sambil mengepalkan tanganku dan menundukkan kepala

”Oh ya ini, enak sekali. Kau membuatnya sendiri"ujarnya tiba tiba

"Ne, oppa suka ? Aku suka memasak. Tapi tidak terlalu suka memakannya"

"Jinjja ? Padahal ini enak. Kau menjualnya ?"

"Ne, oppa boleh membawanya. Kalau oppa suka, oppa bisa memesan juga"ujarku bersemangat

"Terasa lebih akrabkan kalau memanggil oppa"ujarnya membuatku tersenyum kecil dan menunduk lagi

"Mianhae. Aku terlalu bersemangat"jawabku. Tiba tiba ponsel Hyuk Jae oppa berbunyi

"Chakeman. Yoboseyo ? Ha ? Sudah didepan ? Ne, arasso. Aku segera keluar hyung, gomawo"

"Oppa sudah mau pulang ?"

"Ne ini sudah hampir malam. Aku sudah dijemput didepan"

"Ahm chakema"ujarku dan berlari kedapur. Aku meletakkan beberapa kotak berisi kue kering didalam tas kain dan membawanya keluar

"Aku pulang dulu, terima kasih sudah mengijinkanku istirahat disini"

"Ne, ini oppa. Kenang kenangan dariku"

"Waaa~ gomawo kau baik sekali"

"Ne kuharap kita bisa bertemu lagi"

"Aku belum mengenal namamu, ini untuk yang ketiga kalinya. Aku Lee Hyuk Jae"ujarnya sambil mengulurkan tangannya padaku

"Aku Choi Mi Yeon"ujarku sambil menyambut jabatan tangannya, tiba tiba dia menarik tanganku dan mengecup pipiku

"Kita pasti akan bertemu lagi, sampai jumpa. Jangan lupa istirahat"ujarnya singkat dan langsung mengusap rambutku perlahan.

Aku tersenyum kecil dan melambaikan tanganku padanya. Jantungku berdebar kencang sekarang. Wajahku terasa panas. Aku...aku dicium. Ini serius ? Omooo~ aku bukannya marah, aku... Aku malah senang. Bisa kah seperti ini. Eottohke. Aku benar benar gugup sekarang

Udara membuatku beranjak masuk kerumah. Aku berlari dan membuka pintu kamarku perlahan. Ku bantingkan tubuhku dikasur. Seluruh kamarku penuh dengan poster dan foto foto super junior terutama Eunhyuk sshi. Berarti oppa sudah dua kali menolongku. Bodohnya aku bisa tidak mengenalinya seperti itu

Kring~ ponselku berbunyi dilaci meja belajar, kuulurkan tanganku dan menggapai ponselku. Jung Ji Rin. Kebetulan sekali. Baru saja aku ingin menelponnya.

"Yoboseyo"ujarku dengan senyuman yang merekah diwajahku

***

Ji Rin PoV

"Kau sudah minum obat ? Kenapa dari tadi ku telfon tidak diangkat. Bikin panik saja"

"Iya aku sudah minum obat. Mianhae Ji Rin ah, tadi aku kehadiran tamu dan ponselku tertinggal dikamar. Aku baik baik saja kok"

"Tamu ? Siapa ? Teman sekolah ?"

"Anioooo, kau mesti tahu. Tamuku itu Eunhyuk oppa "

"Siapa ? Eunhyuk oppa ? Dia itu kan-"

"Iyaaa, dia anggota super junior. Dia yang tadi menolongku. Dia baik sekali padaku, ia lebih baik aslinya joengmalyo. Dan saat dia pulang tadi, dia mencium pipiku"

"Mwo ? Pria itu minta di hajar"

"Anio.. Aku... Entah kenapa aku malah senang Ji Rin ah"

"Tapi Mi Yeon ah"

"Sudahlah, besok kita ke toko coklat ya. Aku ingin beli bahan, lusakan sudah valentine. Maukan Ji Rin ah ?"

"Hah... Kau ini. Ya sudah aku mau kok. Tapi jangan lama lama ya"

"Arasso onnie"

"Ya sudah. Hari sudah hampir malam, istirahat lah. Jangan lupa mandi ya. Sampai jumpa besok"

"Ya sampai jumpa chinggu ah"

Aku tersenyum kecil dan melemparkan ponselku ke kasur. Tiba tiba senyumku merekah lebar menjadi tawa. Suaranya sangat ceria. Penuh dengan antusias. Seakan menerima suatu keajaiban dalam hidupnya. Aku menatap langit malam, bulan yang baru tampak pun seolah tersenyum seperti perasaanku sekarang

Mendengar tawanya, suaranya yang riang membuat hatiku senang. Sudah lama tidak mendengar suara tadi. Biasanya saat ku telfon dan menanyakan tentang obat, suaranya seperti tulang yang sudah siap rapuh dan tidak bisa berbuat apa apa lagi. Berdiri tanpa menggenggam harapan.

Tapi pria itu berhasil mengembalikan Mi Yeon yang dulu. Aku harus bertemu dengan pria itu. Aku harus berterima kasih, lagipula aku harus meminta maaf padanya saat tadi di taman. Tapi kenapa aku merasa tidak suka ya Mi Yeon dekat dengan orang lain. Kuhela nafasku perlahan dan langsung beranjak keluar kamar.

Matahari sudah tinggi sekarang, aku membenahi semua buku buku ku yang ada diatas meja. Kurogoh saku rokku dan mengambil kunci loker. Perlahan kubuka lokerku dan memasukkan beberapa buku didalamnya. Ini sudah jam 2. Aku harus segera menemui Mi Yeon. Aku sudah janji untuk menemaninya ke toko kemarin

Suasana hatiku sangat gembira sekarang. Entah kenapa, tapi aku sangat senang. Aku membuka pintu kelas Mi Yeon, gadis itu sedang merapikan mejanya yang ada di pojok belakang.

"Hei..kita jadi pergi kan ?"

"Tentu saja, sebentar aku pakai ini dulu"ujarnya dan mengeluarkan sebuah lipstik dari saku kantongnya

"Yak~ kenapa kau masih menggunakan lipstik itu, bukankah sudah kubilang-"

"Aku akan terlihat seperti mayat yang berjalan kalau tidak memakai ini Ji Rin ah"

"Kau bicara apa !"Ujarku dan mencoba menegurnya

"Apa kau lihat kulitku ini ? Semuanya terlihat kusam dan kering. Bibirku pucat. Mataku sayu tampak tak bertenaga. Aku sudah tidak secantik dulu lagi Ji Rin ah"

"Apa apaan ini ? Kau tidak boleh bicara seperti itu. Kau tetap Mi Yeon yang dulu"

"Sudahlah, ayo kita pergi. Nanti keburu ramai. Ppalli " serunya membuatku menghela nafas perlahan dan berlari menyusul Mi Yeon yang sudah keluar duluan

Mataku tidak bisa terbuka lagi, aku pusing dengan semua dekorasi pink yang ada disebelahku. Lusa sudah valentine. Mi Yeon sangat bersemangat memilih bahan baku untuk coklat. Heem. Aku membantunya membawa keranjang yang berat, dengan kotak, coklat, dan lain lainnya.

Setelah membayar semua. Aku segera membawa semua barang barang itu keluar. Saat Mi Yeon keluar, kulihat syalnya yang terlihat berantakkan. Kurapikan syalnya sambil tersenyum, Mi Yeon tertawa dan kembali berjalan disebelahku. Tiba tiba terdengar suara klakson mobil yang membuat kami berhenti

"Siapa itu ?"Tanyaku membuat Mi Yeon mengangkat bahunya perlahan

"Hei, Choi Mi Yeon"sapa seorang pria yang baru keluar dari mobil silver itu

"Oppa ? Wae, kenapa oppa bisa ada disini ?"

"Ya, kebetulan lewat saja. Kalian mau pulang ? Ayo ku antar"

"Andew~ tidak usah, kami bisa sendiri"jawabku cepat

"Maaf agashi tapi aku bicara dengan, Mi Yeon shi"jawabnya sambil menatapku kesal

Aku menggigit bibir bawahku pelan dan menghentakkan kakiku. Tiba tiba terlihat seorang pria yang keluar dari mobil yang sama.
"Hyung sampai kapan disini ? Hyung membuat kemacetan"

"Oh kyunie ah, mianhae. Ayo Mi Yeon, aku antar pulang. Kaja"

"Ne, ahm~ Ji Rin ppalli"ujar Mi Yeon yang langsung menarik tanganku masuk kedalam mobil mewah yang diparkir didepan kami

Aku menghela nafas panjang, waktu terasa berhenti dikepalaku. Bagaimana bisa ? Seorang Jung Ji Rin duduk dimobil mewah milik orang yang tidak kukenal. Aku benar benar menyesal duduk disini. Kalau bukan karna Mi Yeon aku tidak akan naik mobil pria yang menyebalkan ini. Rasanya niat untuk minta maafku hilang.

Loh ini ?? Inikan bukan jalan pulang. Kemana mereka akan membawa kami. Jangan jangan ini hanya trik saja. Aku benci hal seperti ini kami harus segera turun. Mereka belum tentu baik jugakan. Aku membereskan semua barang barang dan siap untuk turun. Baru ingin meminta, tiba tiba mobil terhenti.

"Oke, sampai disini. Selanjutnya urusanmu kyunie ah"seru pria menyebalkan itu tiba tiba

Aku melihat kesekelilingku dan memastikan ini memang bukan jalan pulang. Ini masih ditengah kota. Tiba tiba pintu disisi Mi Yeon terbuka lebar. Pria itu mengulurkan tangannya membantu Mi Yeon keluar dari mobil. Baru ingin membuka pintu tiba tiba mobil sudah berjalan lagi.

"Ya..yak aku belum turun"ujarku

"Kau memang tidak turun. Dimana rumahku biar kuantar"

"Tidak usah aku turun disini saja"ujarku membuatnya langsung menghentikan mobil tiba tiba "auch~ sakit apa apaan kau !"

"Tadi katanya berhenti. Cepat lah turun"

"Disini ? Inikan ... Inikan sudah masuk jalan tol"

"Mau turun atau tidak ?"

"Kau sudah gila ?"Gerutuku membuatnya menggeleng perlahan dan keluar dari mobil

Ia membuka pintu mobilku dan langsung menarik tanganku keluar dari mobil. Omoo~ aku harus bagaimana jika dia meninggalkanku disini. Aku memejamkan mataku dan merasakan genggaman tangannya yang besar. Ia membuka pintu depan dan mendorongku kembali ke mobil

"Aku bukan supir mu !"Ujarnya tiba tiba dan langsung menjalankan mobilnya lagi

"Aigooo~ kupikir kau akan meninggalkanku tadi. Jinjja !"

"Aku tidak akan setega itu pada perempuan. Jadi kau diamlah, aku sedang kelaparan. Emosiku naik turun"

"Huahaha seorang artis bisa kelaparan"ejekku membuatnya menoleh dengan wajah yang kesal

"Kau pikir kau siapa ?"

"Ahm oke, mianhae. Aku hanya bercanda, kalau begitu sebagai ucapan terima kasih dan permintaan maafku. Hari ini aku traktir"

"Mwo ?"

"Ya, di keluar tol ini langsung ambil kiri saja. Disana ada restoran mi yang enak sekali. Kau pasti suka"

"Arasso, ahmm siapa namamu ?"

"Oh ya, Jung Ji Rin imnida"

"Aku Cho Kyuhyun Super Junior"

"Sudah tahu kok, kau kan tenar Kyunie sshi. Apa tidak apa makan di tempat umum seperti itu ? Begini saja. Kita makan di mobil, lagi pula kaca mobilmu tertutup semua"

"Ya idemu bagus juga"ujarnya setuju dengan ideku.

Kasihan sekali pria ini. Seperti artis bodoh saja, bisa kelaparan. Ingin tertawa tapi didalam hati saja deh, dari pada memancing emosinya. Tiba tiba ponselku bergetar di saku rokku. Perlahan kuambil ponselku dan membaca pesan yang baru masuk. Dari Mi Yeon.

"Aku baik baik saja, kamu pulang duluan saja. Aku sangat senang disini, maaf ya Ji Rin jadi meninggalkanmu"

To Be Continue.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar